#Barrish gerakan adalah tanda?
*Apakah perang tarif membuat #USACryptoTrends bangkrut?
*Apakah ini menguntungkan untuk #ChiaNetwork ?
Setelah mengalahkan Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden, Donald Trump siap untuk masa jabatan keduanya sebagai Presiden Amerika Serikat. Namun, kali ini tidak akan mudah bagi pengusaha yang beralih menjadi politikus, karena utang Amerika telah mencapai rekor tertinggi. Utang ekonomi terbesar di dunia telah melonjak menjadi USD 36 triliun. Tahun ini, utang telah meningkat sebesar USD 2 triliun. Selama 316 hari terakhir, utang AS telah meningkat sebesar USD 6,3 miliar per hari, yang kira-kira setara dengan Rs 5.31.94.85.78.490.
Utang nasional yang terus meningkat di AS telah menyaksikan kenaikan besar dalam dua dekade terakhir, meningkat enam kali lipat dari hanya USD 5,7 triliun pada awal milenium menjadi USD 23,2 triliun yang luar biasa pada tahun 2020. Menurut perkiraan berdasarkan catatan anggaran Kongres AS, kita bisa melihat utang ini melambung menjadi USD 54 triliun yang mengejutkan dalam dekade mendatang. Hingga saat ini, utang nasional berdiri pada angka yang mengkhawatirkan yaitu 125 persen dari total PDB negara. Akibatnya, pemerintah AS menemukan dirinya mengeluarkan lebih dari satu miliar dolar setiap hari hanya untuk menutupi bunga dari utang kolosal ini, menunjukkan pendapatan pemerintah yang menyusut bersamaan dengan biaya yang terus meningkat.
Apa Dampaknya?
*TIDAK BEKERJA, *PINJAMAN, *Perang Tarif
Menurut para ahli, situasi saat ini tidak menguntungkan bagi ekonomi negara atau keamanan nasional. Diperkirakan bahwa rasio utang terhadap PDB AS dapat mencapai 200 persen dalam beberapa tahun mendatang. Ini berarti utang AS bisa menjadi dua kali lipat ukuran ekonominya. Pemerintah AS mungkin menghabiskan lebih banyak untuk pembayaran bunga daripada untuk pembangunan, infrastruktur, dan pendidikan digabungkan.
Perlu dicatat, utang AS meningkat pada saat ekonomi negara dalam kondisi baik.
