Menurut laporan baru dari dana investasi ventura Dragonfly, miliaran USD tidak sampai ke tangan pengguna Amerika karena kebijakan pemblokiran geografis (geoblocking) dalam airdrop cryptocurrency. Hanya dalam periode 2020-2024, jumlah uang yang hilang bisa mencapai 5 miliar USD, membuat banyak investor Amerika menyesal karena tidak dapat menerima hadiah dari proyek blockchain.
Airdrop Terhambat: Apakah Orang Amerika Kehilangan Kesempatan untuk Mengubah Hidup?
Laporan “State of Airdrops 2025” dari Dragonfly telah menganalisis data dari 12 airdrop besar di Ethereum, termasuk:
ApeCoin ($APE ) dari Bored Ape Yacht Club
Arbitrum ($ARB ) – proyek layer 2 terkemuka
EigenLayer ($EIGEN ) – platform staking ulang yang baru muncul
Ethereum Name Service (ENS)
Di antara ini, ada 11/12 proyek yang telah menerapkan geoblockers, yaitu memblokir pengguna Amerika untuk menerima token karena kekhawatiran tentang peraturan hukum. Ini telah menyebabkan investor di Amerika kehilangan antara 1,84 miliar hingga 2,64 miliar USD nilai token yang mungkin telah mereka terima.
Data dari #CoinGecko menunjukkan, jika diperluas ke 21 airdrop besar, angka kerugian bisa mencapai 5,02 miliar USD.
Meskipun beberapa pengguna telah menggunakan VPN untuk menghindari hukum, tetapi sebagian besar orang Amerika masih tidak dapat menerima hadiah dari airdrop.
Dampak Ekonomi: Bukan Hanya Kehilangan Uang Pribadi
Laporan dari #Dragonfly menekankan bahwa geoblocking tidak hanya memengaruhi investor individu, tetapi juga berdampak pada ekonomi Amerika:
Pemerintah federal Amerika mungkin telah kehilangan hingga 1,1 miliar USD pajak karena pengguna tidak menerima airdrop.
Negara bagian juga kehilangan sekitar 284 juta USD pendapatan pajak dari airdrop yang terhambat.
#Airdrop dianggap sebagai alat penting untuk mempromosikan proyek, menarik komunitas, dan menciptakan insentif bagi perkembangan industri blockchain. Namun, dengan kebijakan hukum saat ini, Amerika tertinggal dalam perlombaan pengembangan teknologi ini.

Pendekatan Solusi: Bagaimana Agar Orang Amerika Tidak Kehilangan Airdrop?
Dragonfly memberikan beberapa rekomendasi untuk pembuat kebijakan Amerika, untuk mengurangi hambatan hukum terhadap airdrop, termasuk:
Menganggap airdrop mirip dengan poin hadiah kartu kredit (credit card rewards), yang membuat penerimaan token menjadi legal dan tidak bermasalah mengenai pajak.
Memberikan “safe harbor” (zona aman hukum) untuk airdrop yang telah terjadi, membantu proyek menghindari penyelidikan atau tuntutan hukum.
Mendorong Kongres Amerika untuk bekerja sama lebih erat dengan industri crypto, daripada memberlakukan larangan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, lembaga pengatur seperti SEC mulai mengurangi kasus terkait crypto, menunjukkan tanda-tanda keterbukaan lebih terhadap industri ini. Namun, apakah Amerika akan mengubah pendekatan terhadap airdrop masih menjadi pertanyaan besar.

Apakah Amerika Akan Membiarkan Crypto Jatuh ke Tangan Negara Lain?
Laporan menyimpulkan bahwa:
👉 “Jika Amerika ingin memanfaatkan potensi airdrop, sambil melindungi pengguna dan pasar, perlu adanya kejelasan mengenai peraturan hukum.”
👉 “Dengan memodernisasi hukum, Amerika dapat membangun ekosistem blockchain yang kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan persaingan global.”
Apakah Amerika akan mengubah posisinya, atau akan terus membiarkan miliaran USD masuk ke kantong investor di negara lain? 🤔

