Pada 12/03/2025, Hemi Labs – sebuah proyek blockchain modular yang didukung oleh Binance Labs – secara resmi meluncurkan mainnet dengan total nilai terkunci (TVL) yang mengesankan sebesar 440 juta USD. Didirikan oleh Jeff Garzik, salah satu pengembang Bitcoin awal, Hemi bertujuan untuk 'menggabungkan' Bitcoin dan Ethereum menjadi satu 'supernetwork'. Apakah ambisi ini dapat mengubah lanskap blockchain, ataukah hanya sebuah mimpi yang jauh?


Hemi: Supernetwork yang Menggabungkan Bitcoin dan Ethereum

Hemi Labs mengumumkan mainnetnya pada pukul 16:00 UTC tanggal 12/03, menandai titik balik setelah tahap testnet yang sukses. Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan dua blockchain terbesar dan tertua – Bitcoin dan Ethereum – untuk memanfaatkan keunggulan keduanya: keamanan superior dari $BTC dan kemampuan pemrograman yang fleksibel dari Ethereum. Menurut pengumuman melalui email, Hemi dibangun di kedua platform, menciptakan 'supernetwork' yang menghubungkan kekuatan BTC dan $ETH .


Proyek ini mengumpulkan 15 juta USD dalam putaran pendanaan September 2024, dipimpin oleh Binance Labs, dengan partisipasi dari Breyer Capital dan Big Brain Holdings. Dengan 440 juta USD TVL saat peluncuran, Hemi dengan cepat menegaskan posisinya di ruang blockchain modular, terutama di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).


Menyelesaikan Masalah Inti Bitcoin

Bitcoin, dengan nilai yang unggul dibandingkan semua aset digital lainnya (80.000 USD pada 12/03), memiliki penyimpanan nilai yang besar tetapi dibatasi oleh kode sumber: ia tidak mendukung fungsi DeFi secara native seperti kontrak pintar (smart contracts) atau bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs). Sebaliknya, Ethereum memimpin dalam pemrograman dengan ekosistem DeFi yang kaya, tetapi kurang memiliki keamanan maksimum dari Bitcoin. Hemi bertujuan untuk 'jembatan' kedua dunia ini, menciptakan peluang untuk aplikasi blockchain baru yang sebelumnya tidak dapat dilakukan secara terpisah di masing-masing jaringan.

BTC
BTCUSDT
95,268.9
-1.04%


Ekosistem Hemi: Serangkaian Mitra Besar

#HEMI telah menarik puluhan protokol yang diluncurkan di mainnet, termasuk:



  • Bursa terdesentralisasi (DEX): Sushi, nama yang dikenal dalam DeFi.


  • Token staking likuid (LST): #pumpbtc , memungkinkan staking BTC yang fleksibel.


  • Oracle: RedStone dan Pyth, menyediakan data harga yang akurat untuk aplikasi.



Kehadiran lebih dari 50 protokol – dari lending (LayerBank, ZeroLend) hingga vault (Nucleus, Concrete) dan dApp (LayerZero, BitFi) – menunjukkan Hemi bukan hanya teori tetapi siap untuk beroperasi secara nyata. TVL 440 juta USD, di mana 270 juta USD berasal dari platform staking, mencerminkan kepercayaan yang kuat dari komunitas dan organisasi.


Visi DeFi dan Tantangan

Hemi termasuk dalam kelompok proyek perintis yang mengubah lanskap blockchain, terutama dalam DeFi. Dengan menggabungkan nilai BTC (lebih dari 1.500 miliar USD kapitalisasi) dengan kemampuan pemrograman ETH, Hemi membuka potensi untuk aktivitas seperti penyediaan likuiditas DEX, perdagangan perpetual, dan menciptakan aset sintetik. Mesin virtual Hemi (hVM) mengintegrasikan node Bitcoin lengkap dalam lingkungan Ethereum (EVM) adalah alat utama, memungkinkan pengembang untuk membangun dApp yang kompatibel di kedua jaringan.


Namun, tantangan tidak kecil. Bitcoin dan Ethereum memang beroperasi secara independen dengan filosofi yang berbeda – 'penggabungan' memerlukan keseimbangan yang halus antara keamanan, desentralisasi, dan kinerja. Sejarah menunjukkan bahwa proyek jembatan sering mengalami masalah teknis atau dieksploitasi (seperti kasus Wormhole 2022), menimbulkan pertanyaan tentang keandalan Hemi.

ETH
ETHUSDT
3,289.75
-0.51%


Dampak Terhadap Pasar Crypto

Jangka pendek: Peluncuran mainnet dengan 440 juta USD TVL adalah sinyal positif di tengah ketidakstabilan pasar (BTC likuidasi 930 juta USD pada 11/03, Indeks Ketakutan 24). Di Binance, trader dapat melihat fluktuasi kecil di BTC/USDT (dukungan 75.000 USD, tahanan 85.000 USD) dan ETH/USDT (dukungan 1.750 USD). Token HYPE dari Hemi, meskipun belum terdaftar secara luas, juga patut diperhatikan jika masuk ke bursa besar.


Jangka panjang: Jika berhasil, Hemi dapat membentuk kembali DeFi dengan memanfaatkan nilai BTC (yang saat ini 'tertidur' di dompet) untuk aplikasi keuangan. Namun, persaingan dari L2 lain seperti Stacks atau Lightning Network – yang juga bertujuan untuk memperluas Bitcoin – akan menjadi tantangan besar.


Pandangan Trader

Di Binance:



  • BTC/USDT: Beli di 75.000 USD jika bertahan, ambil untung di 85.000 USD jika Hemi menciptakan FOMO.


  • ETH/USDT: Dukungan 1.750 USD adalah level dasar, tahanan 1.800 USD jika DeFi diuntungkan.
    Investor perlu memantau kinerja mainnet dan reaksi dari komunitas DeFi.



Kesimpulan: Supernetwork atau Super Risiko?

Hemi Labs, dengan dukungan dari Binance Labs dan visi dari Jeff Garzik, telah memulai dengan impresif dengan mainnet 440 juta USD TVL. Ambisi untuk menggabungkan Bitcoin dan Ethereum menjanjikan membuka era baru untuk DeFi, tetapi juga disertai risiko teknis dan persaingan. Bagi pengguna Binance, ini adalah kesempatan untuk memantau dengan cermat – apakah Hemi akan menjadi 'supernetwork' yang memimpin pasar, atau hanya mimpi berani di tengah badai crypto?

BNB
BNB
930.11
-0.67%


Peringatan risiko: Investasi crypto memiliki risiko tinggi karena fluktuasi harga. Hanya investasikan uang yang Anda siap kehilangan.

#anhbacong