**Mt. Gox Transfers: Momen Penting dalam Sejarah Crypto**
Bursa Bitcoin yang pernah dominan, Mt. Gox, yang menangani lebih dari 70% transaksi Bitcoin global sebelum keruntuhannya pada tahun 2014, kembali menjadi berita utama karena transfer Bitcoin berskala besar baru-baru ini. Platform yang berbasis di Tokyo ini mengajukan kebangkrutan satu dekade lalu setelah kehilangan sekitar 850.000 BTC (senilai $450 juta saat itu, kini lebih dari $50 miliar) akibat peretasan, menghancurkan pengguna dan mengguncang kepercayaan pada cryptocurrency.
Sejak 2019, wali yang ditunjuk pengadilan untuk Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, telah mengelola upaya untuk membayar kreditur di bawah rencana rehabilitasi sipil. Dalam beberapa minggu terakhir, dompet yang terkait dengan Mt. Gox memindahkan lebih dari 150.000 BTC, menandakan potensi pembayaran kepada korban. Transfer ini, yang dilacak melalui analitik blockchain, menandai langkah penting dalam menyelesaikan salah satu saga terpanjang dalam dunia crypto.
Analis pasar memperingatkan bahwa pelepasan volume Bitcoin yang sangat besar ini dapat menekan harga, karena kreditur mungkin akan melikuidasi kepemilikan mereka setelah menunggu selama satu dekade. Harga Bitcoin sempat turun sejenak setelah berita transfer, mencerminkan kecemasan investor. Namun, yang lainnya melihat ini sebagai langkah yang diperlukan menuju penutupan, menekankan ketahanan transparansi blockchain.
Komunitas crypto tetap terpecah: beberapa merayakan kemajuan menuju keadilan, sementara yang lain takut akan volatilitas jangka pendek. Terlepas dari itu, warisan Mt. Gox menegaskan pentingnya keamanan dan evolusi regulasi dalam keuangan digital. Seiring pembayaran berlangsung, bab ini menyoroti baik kematangan Bitcoin maupun dampak berkelanjutan dari sakit pertumbuhan industri awal.