Dunia keuangan berubah dengan cepat, dan Korea Selatan terbukti berada di garis depan adopsi kripto — tidak hanya oleh publik umum, tetapi sekarang juga oleh pejabat pemerintah. Dalam pengungkapan terbaru yang dirilis oleh Komite Etika Publik Pemerintah Korea Selatan pada 27 Maret, terungkap bahwa sebagian besar pegawai negeri di negara ini secara aktif berinvestasi dalam cryptocurrency.

Dari 2.047 pejabat publik, 411 telah berinvestasi dalam kripto — itu sekitar 20% dari total. Ini bukan hanya pemegang kecil. Bersama-sama, aset digital mereka bernilai lebih dari 14,4 miliar won Korea, yang setara dengan sekitar $9,8 juta. Itu berarti, rata-rata, setiap pejabat yang memiliki kripto memiliki sekitar $24.000 yang diinvestasikan. Ini adalah sinyal kuat bahwa bahkan mereka yang memegang posisi pemerintahan memandang kripto sebagai kelas aset yang sah dan berharga.

Nama-Nama Terkenal dengan Kepemilikan Besar

Salah satu nama menonjol dalam laporan ini adalah Kim Hye-young, seorang Anggota Dewan Kota Seoul, yang menduduki peringkat teratas dengan 1,76 miliar KRW (sekitar $1,2 juta) dalam kepemilikan kripto. Yang menarik adalah portfolionya tersebar di 16 cryptocurrency yang berbeda — termasuk raksasa biasa seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan Ripple (XRP). Anggota keluarganya juga memegang jumlah yang lebih kecil, menunjukkan bahwa kesadaran kripto kuat bahkan di tingkat rumah tangga.

Dekat di belakangnya adalah anggota dewan Seoul lainnya, Choi Min-gyu, yang memegang 1,6 miliar KRW dalam aset digital. Tempat ketiga jatuh kepada Kim Ki-hwan, CEO Busan-Ulsan Expressway Co., yang memiliki sekitar 1,4 miliar KRW dalam bentuk cryptocurrency.

Hukum Baru untuk Transparansi dalam Kripto

Kenaikan investasi kripto di kalangan pejabat tidak terjadi dalam kegelapan. Sejak Januari 2024, Korea Selatan telah memberlakukan hukum yang mengharuskan pekerja pemerintah — terutama mereka yang berada di posisi lebih tinggi — untuk melaporkan kepemilikan kripto mereka. Regulasi ini diperkenalkan untuk memastikan transparansi dan menghindari penyalahgunaan aset digital untuk keuntungan yang tidak etis.

Pejabat sekarang harus melaporkan tidak hanya apa yang mereka miliki dalam kripto, tetapi juga bagaimana mereka mendapatkannya dan riwayat transaksi lengkap jika mereka memegang peran senior. Hukum ini disahkan pada Mei 2023 dan kini sedang membentuk kembali bagaimana kripto dipandang di sektor publik.

Mengapa Ini Penting

Melihat pejabat publik secara terbuka berinvestasi dalam kripto adalah pengubah permainan. Ini meningkatkan kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa mata uang digital semakin menjadi bagian dari portofolio keuangan yang serius — tidak hanya untuk investor ritel atau penggemar teknologi, tetapi juga bagi orang-orang yang bertanggung jawab atas administrasi publik dan pembuatan kebijakan.

Ini juga mengirimkan pesan kepada dunia. Ketika negara seperti Korea Selatan mengambil langkah tegas untuk mengatur dan merangkul kripto — terutama di tingkat pemerintahan — ini menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk diikuti. Transparansi dan akuntabilitas yang dipadukan dengan adopsi dapat membantu menghilangkan stigma negatif yang kadang terkait dengan aset digital.

Pemikiran Akhir

Kripto tidak lagi berada di pinggir. Ini memasuki kantor pemerintah, menjadi topik dalam deklarasi aset resmi, dan diatur untuk kebaikan. Korea Selatan memimpin pergeseran ini, dan ini adalah tanda kuat ke mana arah masa depan keuangan.

Fakta bahwa 1 dari 5 pejabat pemerintah di Korea Selatan kini memiliki kripto menunjukkan pergeseran pola pikir. Aset digital bukan hanya masa depan — mereka menjadi bagian dari masa kini.

#KoreaCryptoRegulations