Pada 31/03/2025, Senator AS Ted Cruz (Partai Republik, Texas) memperkenalkan Undang-undang FLARE, yang bertujuan untuk mengubah emisi dari aktivitas pembakaran (flaring) menjadi energi listrik untuk penambangan Bitcoin. Dengan tujuan menjadikan Texas sebagai “ibu kota” penambangan Bitcoin nomor satu di dunia, apakah undang-undang ini benar-benar dapat merevolusi industri crypto, atau hanya trik politik?


Undang-Undang FLARE: Memanfaatkan Emisi untuk Penambangan Bitcoin

Undang-undang Memfasilitasi Emisi Atmosfer yang Lebih Rendah (#FLARE ) diajukan oleh Ted Cruz pada 31/03/2025, berfokus pada penggunaan kembali emisi dari aktivitas pembakaran atau pembuangan gas (flaring/venting) – yang sering terbuang dalam industri minyak dan gas. RUU ini mendorong perusahaan untuk mengumpulkan gas ini dengan cara mengizinkan pengurangan penuh biaya (full expensing) untuk aset yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengubah gas menjadi energi listrik.


Cruz menekankan bahwa penambangan Bitcoin adalah aplikasi langsung dari sumber energi berlebih ini. Dalam pernyataannya, ia menyatakan: “Undang-undang FLARE memanfaatkan potensi energi besar Texas, memperkuat posisi negara bagian ini sebagai pusat industri Bitcoin, sekaligus baik untuk lingkungan.” Ia berkomitmen: “Saya ingin menjadikan Texas sebagai tempat nomor satu untuk penambangan Bitcoin, mendorong para pengusaha dan penambang untuk menggunakan gas alam yang terbuang.”


RUU ini mengubah Undang-Undang Pajak 1986, mengizinkan pengurangan biaya permanen untuk peralatan pengumpul emisi, sekaligus menggunakan gas ini untuk menghasilkan “produk bernilai tambah” seperti energi listrik. Ini tidak hanya meningkatkan stabilitas jaringan listrik tetapi juga menciptakan “produk berguna lainnya”, seperti mendukung penambangan Bitcoin – sebuah industri yang mengkonsumsi banyak energi (global mengkonsumsi 160 TWh/tahun, menurut Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index).

BTC
BTCUSDT
68,462.5
-0.37%


Texas: “Ibu Kota” Penambangan Bitcoin?

Texas telah lama menjadi pusat penambangan Bitcoin di AS, berkat sumber energi melimpah dan biaya rendah. Negara bagian ini menyumbang 23% #hashrate global (Q1/2025, menurut Foundry USA), dengan perusahaan besar seperti Riot Platforms (12.374 BTC) dan MARA Holdings (46.374 BTC) beroperasi di sini. Namun, industri penambangan sedang menghadapi krisis: 14 perusahaan publik kehilangan 12 miliar USD kapitalisasi pada Q1/2025 (menurut JP Morgan), akibat harga Bitcoin turun 12% (84.900 USD) dan kesulitan penambangan meningkat.


Undang-undang FLARE dapat menjadi “tali penyelamat” bagi industri penambangan di Texas, memanfaatkan 1,6 miliar kaki kubik gas yang dibakar setiap hari (menurut Bank Dunia). Jika berhasil, RUU ini akan mengurangi biaya energi – faktor yang menyumbang 80% biaya penambangan (menurut Bitmain) – dan membantu Texas memperkuat posisinya di hadapan pesaing seperti Kazakhstan (13% hashrate) dan Rusia (5%).


RUU ini juga melarang negara-negara pesaing seperti China, Iran, Korea Utara, dan Rusia untuk berpartisipasi dalam program, mencerminkan strategi AS dalam mengontrol industri penambangan Bitcoin. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Trump dalam kampanye pemilihan kembali: “Memastikan semua Bitcoin yang tersisa ditambang di AS.”

BNB
BNB
622.37
+1.02%


Manfaat Lingkungan dan Ekonomi

Hailey Miller, Direktur Hubungan Pemerintah di Digital Power Network, mendukung Undang-undang FLARE, berpendapat: “Penambang Bitcoin memiliki posisi unik untuk mengurangi emisi dengan memanfaatkan sumber energi yang terbuang.” Ia menekankan RUU ini “memastikan produsen energi AS memiliki alat untuk menerapkan solusi canggih, membantu pasar energi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.”


Penambangan Bitcoin dari emisi tidak hanya mengurangi jumlah gas metana (yang menyumbang 16% emisi global, menurut #IEA ) tetapi juga menciptakan sumber listrik baru, meningkatkan stabilitas jaringan listrik Texas – yang sering mengalami kelebihan beban (insiden pemadaman listrik 2021). Menurut EIA, jika 50% gas yang dibakar di Texas digunakan kembali, negara bagian dapat menghasilkan tambahan 2.500 MW listrik – cukup untuk memenuhi kebutuhan 500.000 rumah tangga.


Dampak Terhadap Pasar Crypto


  • Bitcoin (~84.900 USD): Undang-undang FLARE dapat meningkatkan hashrate di AS, mendukung harga jangka panjang, tetapi pasar tetap turun 12% pada Q1/2025 (tarif Trump, sentimen pesimis).


  • Industri penambangan: Perusahaan di Texas seperti Riot dan MARA dapat diuntungkan, mengurangi biaya energi (sekarang 0,04 USD/kWh di Texas, lebih rendah dari rata-rata 0,08 USD/kWh di AS).


  • Pasar crypto: Kapitalisasi turun 11,65% (2,88 triliun USD), tetapi Undang-undang FLARE dapat menginspirasi negara bagian lain (Kentucky, Oklahoma telah mendukung penambangan).



Kesimpulan: Texas – “Ibu Kota” Penambangan atau Trik Politik?

Undang-undang FLARE dari Ted Cruz adalah langkah berani, mengubah emisi menjadi energi listrik untuk penambangan Bitcoin, sekaligus mendekatkan Texas pada tujuan “ibu kota” penambangan global. RUU ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan tetapi juga memperkuat strategi AS dalam industri crypto. Namun, dengan pasar yang bergejolak (Bitcoin turun 12%, tarif Trump 02/04) dan tekanan dari pesaing internasional, apakah Texas benar-benar dapat menjadi “nomor satu”? Ketika Undang-undang FLARE dipertimbangkan, masa depan industri penambangan di AS akan segera terungkap.

USDC
USDC
1.0005
-0.01%


Peringatan risiko: Investasi crypto memiliki risiko tinggi karena volatilitas harga dan ketidakpastian regulasi. Pertimbangkan dengan hati-hati sebelum berpartisipasi.