Pemerintahan Trump akhirnya mengungkapkan formula di balik tarif “timbal balik” yang banyak dibicarakan, dan ternyata “timbal balik” ini sedikit terkait dengan keadilan. Alih-alih menangani hambatan perdagangan yang sebenarnya dihadapi oleh eksportir Amerika, formula ini hanya mengambil defisit perdagangan suatu negara dengan AS, membaginya dengan total ekspor, dan kemudian memotong hasilnya menjadi setengah.

Pendekatan ini bukan hanya manipulasi angka—ini adalah bagian dari strategi proteksionis yang lebih luas yang meluas di luar perdagangan ke keuangan. Justru seperti Trump menggunakan tarif buatan untuk melindungi produsen Amerika 🏭, pemerintah saat ini memberlakukan regulasi crypto yang ketat ⛓️ untuk membatasi kebangkitan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aset digital, melindungi sistem perbankan tradisional 🏦 dari persaingan.

Tarif Palsu dan Regulasi Crypto yang Berlebihan 📊⚖️

Grafik yang dipamerkan Trump dengan bangga di Rose Garden 🌹 menyertakan kolom bertajuk “tarif yang dikenakan pada AS,” tetapi angka-angka ini sepenuhnya dibuat-buat. Mereka tidak mencerminkan tarif asing yang sebenarnya tetapi merupakan hasil perhitungan defisit perdagangan yang dimanipulasi.

Demikian pula, regulator keuangan sering kali membenarkan pembatasan crypto yang berlebihan dengan dalih melindungi konsumen 🛡️ atau mempertahankan stabilitas ekonomi ⚖️. Pada kenyataannya, langkah-langkah ini berfungsi untuk melindungi lembaga keuangan warisan dari gangguan oleh teknologi blockchain 🔗.

Misalnya, penindasan berulang SEC terhadap bursa crypto di AS ⚡ mencerminkan cara tarif Trump secara tidak proporsional menargetkan ekonomi tertentu. Sama seperti negara kecil dengan ekspor terbatas—seperti Bosnia (tarif 35%) atau Madagascar (tarif 47%)—dikenakan penalti yang tidak adil, perusahaan crypto yang beroperasi di AS menghadapi pengawasan regulasi yang berat, memaksa banyak dari mereka untuk pindah ke yurisdiksi yang lebih ramah seperti Dubai 🇦🇪 atau Singapura 🇸🇬.

Hasilnya? AS kehilangan inovasi finansial dengan cara yang sama ia berisiko kehilangan akses ke pasar global yang kompetitif melalui perang dagang 🚀💸.

Mengabaikan Realitas Pasar 🤷‍♂️📉

Banyak negara berkembang tidak menjalankan surplus perdagangan dengan AS karena kebijakan proteksionis—mereka hanya kekurangan daya beli untuk mengimpor barang-barang mahal dari Amerika 💰.

🇲🇬 Madagascar, misalnya, mengekspor vanila tetapi tidak mampu membeli pesawat Boeing ✈️ atau perangkat lunak Microsoft 💻 sebagai imbalannya. Namun, formula tarif Trump mengabaikan perbedaan struktural ini. Demikian pula, regulator AS memperlakukan pasar crypto seolah-olah mereka beroperasi di bawah aturan yang sama dengan keuangan tradisional, gagal mengenali bahwa desentralisasi secara fundamental mengubah struktur risiko dan perilaku konsumen.


Menyerang Efisiensi Alih-alih Menerimanya 🏆➡️🔨

Ekonomi besar seperti Jepang 🇯🇵, Korea Selatan 🇰🇷, dan UE 🇪🇺 menghadapi tarif lebih tinggi bukan karena mereka membatasi barang-barang AS tetapi karena mereka memproduksi produk yang lebih kompetitif. Formula Trump menghukum efisiensi alih-alih mendorong inovasi.

Inilah cara beberapa pemerintah memperlakukan crypto—dengan menekan sistem keuangan terdesentralisasi alih-alih mengintegrasikannya ke dalam ekonomi yang lebih luas 🌎.

Negara-negara seperti El Salvador 🇸🇻, yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah ₿, memahami dinamika ini. Alih-alih takut terhadap aset digital, mereka menggunakannya untuk melewati sistem keuangan internasional yang ketat. Prinsip yang sama berlaku untuk stablecoin, yang semakin banyak digunakan untuk pembayaran lintas batas, menghindari biaya berlebihan dari bank tradisional.

Pelajarannya? Proteksionisme—baik melalui tarif atau regulasi berlebihan—hanya melemahkan kemampuan suatu negara untuk bersaing di lanskap global yang berkembang pesat 🚀.

Proteksionisme: Ancaman Nyata bagi Ekonomi AS ⚠️💸

Perwakilan Perdagangan AS mengakui bahwa menghitung dampak dari “puluhan ribu tarif, regulasi, pajak, dan langkah-langkah lainnya” yang dikenakan oleh berbagai negara akan sangat “kompleks, jika tidak mustahil.” Jadi alih-alih, mereka mengambil rute yang paling sederhana—menggunakan defisit perdagangan sebagai proksi untuk semua faktor ini 🤦‍♂️.

Logika cacat yang sama mendorong kebijakan crypto yang ketat. Alih-alih mengembangkan kerangka regulasi yang nuans, otoritas sering kali resort ke larangan total 🚫 atau persyaratan kepatuhan yang berlebihan 📑, mendorong inovasi blockchain ke luar negeri 🌍.

Hasilnya? Sama seperti bisnis Amerika menderita akibat tarif yang salah arah, AS berisiko kehilangan kepemimpinannya dalam gelombang berikutnya dari keuangan global 🔥.

Tarif Trump sebenarnya bukan tentang perdagangan yang adil—mereka tentang memotong impor dengan biaya berapa pun 📉. Demikian pula, kebijakan crypto yang ketat bukan tentang melindungi investor—mereka tentang mempertahankan kontrol terpusat atas sistem keuangan 🏦⛔.

Dalam kedua kasus, harga dibayar oleh konsumen 🏠, bisnis 🏢, dan inovator 🚀 yang terpaksa mencari peluang yang lebih baik di tempat lain.

#TrumpTariffs #Tariffs #Protectionism #GlobalTrade #Economy $BTC

BTC
BTC
95,438.84
-0.14%