Dampak Besar terhadap Perdagangan Global: AS Menetapkan Tarif Tinggi pada Negara-Negara Kunci, Menghindari Rusia

#TrumpTariffs #RussiaCrypto #pakistanicrypto

Pemerintah AS telah meluncurkan gelombang kuat tarif baru yang menargetkan beberapa ekonomi global utama dalam langkah berani untuk melindungi industri dalam negeri. Negara-negara seperti Cina, Jepang, Pakistan, India, Inggris, dan UE telah menemukan diri mereka di sisi penerima kenaikan tarif yang tajam.

Rincian Dampak Tarif:

Cina menghadapi tarif 34%,

Jepang kini akan melihat 24%,

Pakistan terkena 29%,

India menjadi target dengan 26%,

Inggris dikenakan 10%,

UE disengat dengan biaya tambahan 20% yang baru.

Langkah-langkah ini, yang diumumkan selama konferensi pers oleh mantan Presiden AS Donald Trump, dilaporkan bertujuan untuk "menyeimbangkan perdagangan" dan "melindungi pekerjaan Amerika dari persaingan asing."

Yang lebih mengejutkan adalah pengecualian Rusia dari daftar luas ini.

Mengapa Rusia Dikecualikan?

Meskipun ketegangan dan sanksi yang sedang berlangsung, AS memutuskan untuk tidak memberlakukan tarif baru pada Rusia. Menurut sumber resmi, perdagangan antara kedua negara telah runtuh—jatuh dari $35 miliar pada 2021 menjadi hanya $3,5 miliar pada 2024.

Negara-negara lain juga dikecualikan karena volume perdagangan yang rendah:

Kuba

Belarus

Korea Utara

Sementara itu, beberapa negara yang kurang dibahas tidak seberuntung itu.

Ukraina telah terkena 10%,

Kazakhstan dengan 27%,

Apa yang Ada di Balik Langkah Ini?

Pemerintah AS mengklaim bahwa tarif tersebut adalah bagian dari strategi untuk melindungi manufaktur domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor asing.

Reaksi Global & Apa Selanjutnya

Kenaikan mendadak ini diperkirakan akan memicu respons kuat dari negara-negara yang terkena dampak, kemungkinan mengarah pada tarif balasan atau keluhan resmi di WTO. Analis perdagangan memperingatkan bahwa ini bisa meningkat menjadi perselisihan perdagangan yang lebih luas dan mempengaruhi rantai pasokan global di sektor-sektor kunci seperti elektronik, otomotif, dan baja.

Kesimpulan:

Ini adalah kabar buruk bagi beberapa ekonomi yang sudah berjuang dengan inflasi dan pertumbuhan yang lambat. Dengan tarif yang setinggi ini, daya saing ekspor untuk banyak negara ini bisa terpengaruh secara signifikan.