#StopLossStrategies Strategi stop-loss adalah alat penting dalam perdagangan dan investasi untuk membatasi potensi kerugian dengan secara otomatis menutup posisi pada level harga yang telah ditentukan. Berikut adalah beberapa strategi stop-loss yang umum:
1. Stop-Loss Tetap
Cara kerjanya: Tetapkan harga tertentu di mana Anda ingin menjual jika pasar bergerak melawan posisi Anda. Ini bisa berupa persentase atau jumlah dolar yang ditetapkan dari titik masuk.
Contoh: Jika Anda membeli saham seharga $100, Anda dapat menetapkan stop-loss di $90 (10% di bawah harga masuk) untuk membatasi kerugian.
Keuntungan: Sederhana dan langsung.
Kerugian: Ini tidak memperhitungkan volatilitas pasar dan mungkin memicu keluar selama fluktuasi harga normal.
2. Stop-Loss Mengikuti
Cara kerjanya: Ini adalah stop-loss dinamis yang bergerak naik (untuk posisi panjang) atau turun (untuk posisi pendek) seiring dengan pergerakan harga pasar yang mendukung Anda. Ini mengunci keuntungan sambil melindungi dari pembalikan besar.
Contoh: Anda menetapkan stop-loss mengikuti dengan jarak 5%. Jika saham naik menjadi $100, stop-loss diatur di $95. Jika saham terus naik menjadi $110, stop-loss akan otomatis disesuaikan menjadi $104.50 (5% di bawah $110).
Keuntungan: Memungkinkan perlindungan keuntungan sambil membiarkan keuntungan berjalan.
Kerugian: Mungkin dipicu oleh volatilitas pasar.
3. Stop-Loss Berdasarkan Persentase
Cara kerjanya: Stop-loss ditempatkan pada persentase tetap di bawah atau di atas harga masuk. Persentase biasanya didasarkan pada toleransi risiko trader.
Contoh: Jika Anda membeli saham seharga $50 dan menetapkan stop-loss di 15%, stop-loss Anda akan dipicu jika saham turun menjadi $42.50.