#TrumpTariffs Presiden Donald Trump baru-baru ini menerapkan serangkaian tarif yang bertujuan untuk membentuk kembali hubungan perdagangan AS dan memperkuat produksi domestik. Pada 5 April 2025, tarif 10% dikenakan pada semua barang impor yang masuk ke Amerika Serikat. Selanjutnya, pada 9 April 2025, tarif yang lebih tinggi diterapkan pada negara-negara tertentu yang memiliki defisit perdagangan signifikan dengan AS. Terutama, impor dari Tiongkok kini dikenakan tarif 34%, sehingga total beban pada barang-barang Tiongkok mencapai 54%, sementara impor Uni Eropa menghadapi tarif 20%.

Langkah-langkah ini telah menyebabkan meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan rantai pasokan