Binance, sebagai salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia, sangat menekankan pada keamanan. Berikut adalah gambaran umum tentang fitur dan praktik keamanan utamanya:
1. Keamanan Akun
• Autentikasi Dua Faktor (2FA): Pengguna sangat dianjurkan untuk mengaktifkan 2FA melalui Google Authenticator atau SMS.
• Kode Anti-Phishing: Pengguna dapat mengatur kode khusus yang muncul di semua email Binance yang asli, membantu mengidentifikasi upaya phishing.
• Daftar Putih Penarikan: Memungkinkan pengguna untuk menentukan alamat dompet yang diizinkan untuk penarikan.
2. Keamanan Platform
• Penyimpanan Dompet Dingin: Mayoritas dana pengguna disimpan di dompet dingin (offline), secara signifikan mengurangi risiko peretasan online.
• Pemantauan AI: Binance menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mendeteksi aktivitas akun atau perilaku perdagangan yang tidak biasa.
• Deteksi Ancaman Tingkat Lanjut: Binance bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber dan mempertahankan sistem internal untuk pemantauan dan respons ancaman.
3. Dana Asuransi (SAFU)
• Dana Aset Aman untuk Pengguna (SAFU): Sebagian dari biaya perdagangan disimpan di dompet dingin terpisah untuk menutupi potensi kerugian pengguna jika terjadi pelanggaran.
4. Kepatuhan Regulasi
• KYC (Kenali Pelanggan Anda): Verifikasi identitas diperlukan untuk akses penuh, membantu mencegah penipuan dan pencucian uang.
• AML (Anti-Pencucian Uang): Binance menggunakan alat dan kemitraan untuk memantau dan melaporkan transaksi yang mencurigakan.
5. Insiden Keamanan di Masa Lalu
• Peretasan Mei 2019: Binance kehilangan lebih dari $40 juta akibat pelanggaran keamanan yang melibatkan kunci API pengguna dan kode 2FA. Perusahaan menutupi semua kerugian menggunakan SAFU dan meningkatkan infrastruktur keamanannya setelah itu.
⸻
Jika Anda berpikir untuk menggunakan Binance, juga penting untuk:
• Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.
• Menjaga keamanan kode 2FA Anda.
• Secara teratur memeriksa aktivitas dan pengaturan akun.