Perusahaan fintech Block, Inc. – yang sebelumnya dikenal sebagai Square dan didirikan oleh Jack Dorsey – baru saja dikenakan denda 40 juta USD oleh Departemen Layanan Keuangan New York (NYDFS) karena adanya celah serius dalam program anti pencucian uang (AML), khususnya terkait dengan transaksi Bitcoin melalui produk unggulannya, Cash App.


Ini adalah salah satu kasus sanksi terbesar baru-baru ini dalam bidang teknologi keuangan dan aset digital, mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan crypto dan fintech dalam mematuhi hukum saat memperluas operasi.



Detail Kasus Pelanggaran: Ketika Sistem Tidak Mengikuti Kecepatan Pertumbuhan


Menurut kesimpulan dari #NYDFS , sistem pemantauan transaksi Block tidak ditingkatkan sebanding dengan laju perkembangan pesat Cash App. Hal ini terutama serius dalam mengendalikan risiko terkait transaksi Bitcoin – tipe aset digital yang memiliki tingkat anonimitas tinggi.


NYDFS menunjukkan bahwa Block:



  • Tidak membangun langkah-langkah kontrol berbasis risiko,



  • Melakukan verifikasi pelanggan (KYC) yang tidak memadai,



  • Mengizinkan transaksi Bitcoin anonim berlangsung tanpa melalui pengawasan yang tepat.




Perilaku ini melanggar regulasi negara bagian New York tentang transfer uang dan aset digital, yang mengharuskan perusahaan yang memiliki lisensi BitLicense untuk menerapkan langkah-langkah AML yang ketat.


BTC
BTCUSDT
67,152.1
-0.46%


Block Menanggapi dengan Hati-hati: Tidak Mengakui Pelanggaran tetapi Berkomitmen untuk Memperbaiki


Meskipun tidak mengakui adanya pelanggaran, #Block telah setuju untuk membayar denda sebesar 40 juta USD dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan. Perusahaan juga akan menyewa pihak pengawas independen untuk memastikan seluruh sistem kontrol risiko dan proses kepatuhan diperbaiki secara menyeluruh.


Perlu dicatat, ini bukanlah denda yang satu-satunya. Sebelumnya pada Januari 2025, Block telah menerima denda 80 juta USD untuk 48 lembaga pengatur keuangan negara bagian lainnya – semuanya terkait dengan kekurangan dalam memastikan kepatuhan hukum di AS.



Dampak Terhadap Pasar dan Saham


Segera setelah informasi diumumkan, saham Block turun 3,2%, diperdagangkan di sekitar 54,13 USD. Sejak awal tahun, saham perusahaan telah turun lebih dari 30%, mencerminkan tekanan hukum dan kekhawatiran dari investor tentang kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko dan kepatuhan.


Ini adalah lonceng peringatan tidak hanya untuk Block, tetapi juga untuk seluruh industri fintech dan crypto yang berkembang pesat di seluruh dunia.



BNB
BNB
615.29
+0.66%

Jack Dorsey – Dari "Bos X" ke Pemimpin Blockchain


Jack Dorsey – salah satu pendiri platform media sosial X (sebelumnya Twitter) – telah mengundurkan diri sebagai CEO dan meninggalkan dewan direksi perusahaan ini pada Oktober 2022. Setelah itu, ia mengubah nama Square menjadi Block untuk menekankan arah baru: fokus pada pengembangan teknologi terdesentralisasi dan produk yang terkait dengan Bitcoin.


Terbaru, pada Mei 2024, Block mengumumkan akan reinvestasi 10% dari keuntungan dari Bitcoin untuk membeli BTC tambahan setiap bulan – langkah yang menegaskan posisi "pro-Bitcoin" yang jelas dari Jack Dorsey.


Namun, denda kali ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki ambisi besar, setiap perusahaan yang beroperasi dalam ruang aset digital tidak dapat mengabaikan faktor kepatuhan – terutama di pasar yang ketat seperti New York.


SOL
SOLUSDT
80.61
-1.83%


Pelajaran untuk Industri Crypto dan Pengguna


Kejadian kali ini memberikan pelajaran mendalam bagi komunitas cryptocurrency: sistem kontrol risiko dan program anti pencucian uang adalah faktor penting ketika mengoperasikan produk yang terintegrasi dengan transaksi crypto.


Bagi pengguna di bursa besar seperti Binance, memilih platform yang memiliki lisensi legal dan sistem kepatuhan yang ketat sangat penting untuk melindungi aset mereka dari risiko hukum yang tidak terduga.


Platform perdagangan besar saat ini – termasuk Binance – secara rutin berinvestasi dalam alat AML canggih dan bekerja sama dengan otoritas regulator untuk memastikan lingkungan perdagangan yang transparan dan aman bagi pengguna.



Terkait dengan Pasar Cryptocurrency


Kejadian Block dihukum bukan hanya cerita hukum dari sebuah perusahaan di AS, tetapi juga sinyal bahwa otoritas pengatur semakin memperketat operasi platform yang memiliki elemen crypto.


Hal ini dapat mempengaruhi laju perkembangan aplikasi crypto tradisional seperti dompet, aplikasi pembayaran, atau platform perdagangan P2P jika tidak ada investasi serius dalam sistem pemantauan dan kepatuhan.


Namun, jika dilihat dari sudut pandang positif, ini juga merupakan kesempatan bagi perusahaan crypto untuk "membersihkan" operasional, menegaskan kredibilitas, dan mendorong penerimaan yang lebih luas dari pengguna umum dan institusi investasi.



Peringatan Risiko Investasi


Pasar cryptocurrency selalu memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua orang. Konten artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, bukan saran investasi. Pengguna harus melakukan penelitian sendiri dan berhati-hati sebelum membuat keputusan.

#anhbacong