#CongressTradingBan
Larangan Perdagangan Saham Kongres – Pembaruan April 2025
Undang-Undang ETIKA (Mengakhiri Perdagangan dan Kepemilikan Saham Kongres) mendapatkan momentum besar di Senat AS. RUU bipartisan ini bertujuan untuk melarang anggota Kongres, pasangan mereka, dan anak-anak tergantung dari perdagangan saham individu selama menjabat.
Sorotan Utama:
Larangan Segera: Pembuat undang-undang akan dilarang membeli atau menjual saham individu setelah undang-undang diberlakukan.
Persyaratan Divestasi: Semua individu yang terkena dampak harus menjual kepemilikan yang ada dalam waktu 90 hari setelah undang-undang mulai berlaku.
Cakupan Lebih Banyak Pejabat: RUU ini juga mencakup Presiden, Wakil Presiden, pasangan, dan anak-anak tergantung, dengan tenggat waktu divestasi penuh pada Maret 2027.
Sanksi: Pelanggaran dapat mengakibatkan denda setara dengan gaji satu bulan atau 10% dari nilai investasi—mana yang lebih besar.
Kemajuan Legislatif:
Undang-Undang ETIKA telah melewati komite Senat, sebuah langkah bersejarah bagi legislasi jenis ini. RUU ini kini menuju pemungutan suara penuh di Senat, dengan dukungan bipartisan yang luas.
Dukungan Publik:
Survei menunjukkan dukungan publik yang kuat: Sebuah jajak pendapat Morning Consult/Politico 2023 menemukan bahwa 68% orang Amerika mendukung larangan perdagangan saham kongres.
Kontroversi Terbaru:
Pada April 2025, Anggota DPR Marjorie Taylor Greene menghadapi kritik karena membeli saham hingga $315,000—termasuk Apple, Amazon, FedEx, dan Nike—hanya beberapa saat sebelum Donald Trump mengumumkan jeda 90 hari pada tarif internasional. Waktu pembelian tersebut menuai perhatian, meskipun Greene menyatakan bahwa pembelian dilakukan oleh penasihat keuangannya.