Dalam konteks Eropa yang semakin ketat mengawasi pasar crypto melalui undang-undang MiCA baru, salah satu nama terkemuka dalam industri stablecoin – Ethena Labs – telah secara resmi mengumumkan penarikan dari pasar Jerman, menandai langkah mundur yang signifikan dalam perjalanan ekspansi mereka di kawasan EU.
BaFin mengambil tindakan tegas, USDe dibekukan
Keputusan mundur diambil oleh Ethena Labs setelah Otoritas Pengawas Keuangan Jerman (#BaFin ) mengeluarkan larangan penjualan stablecoin USDe di negara ini sejak bulan Maret. Menurut BaFin, kegiatan penerbitan dan peredaran USDe berpotensi melanggar banyak hukum dengan serius terkait undang-undang sekuritas dan regulasi perdagangan crypto.
Perlu dicatat, badan ini juga menghentikan sepenuhnya semua kegiatan USDe di Jerman, menunjukkan ketegasan luar biasa dari MiCA – kerangka hukum baru EU untuk aset digital, yang secara resmi mulai berlaku pada Desember 2024.
Ethena Labs terpaksa "pindah rumah"
Di bawah tekanan dari BaFin, #EthenaLabs telah membubarkan cabang Ethena GmbH di Jerman, sekaligus memindahkan semua pelanggan di sini ke anak perusahaan Ethena (BVI) Limited, yang beroperasi di Kepulauan Virgin Inggris – sebuah yurisdiksi yang lebih fleksibel.
Ini dianggap sebagai langkah perlindungan strategis untuk menghindari konflik hukum yang berkepanjangan, sekaligus melindungi hak pengguna saat ini.
Mengapa Jerman begitu "tegas"?
Bukan hanya Ethena, platform crypto di Jerman sedang menghadapi gelombang pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut informasi dari kepolisian federal Jerman, pada akhir tahun lalu, ada sebanyak 47 bursa crypto ditutup karena diduga terlibat dalam pencucian uang dan aliran dana ilegal.
Jerman – sebagai pemimpin ekonomi EU – ingin membuktikan bahwa crypto tidak berada di luar kendali hukum, terutama dalam konteks semakin banyak investor ritel yang berpartisipasi di pasar.
Ethena dan USDe – Dari harapan besar ke realitas sulit
Ethena Labs adalah protokol yang menghasilkan keuntungan di bidang crypto, dengan TVL (total nilai yang terkunci) mencapai 4,9 miliar USD – angka yang mengesankan hanya dalam waktu singkat setelah diluncurkan.
Stablecoin USDe, produk unggulan mereka, disebut sebagai "dolar sintetis" – tidak dijamin dengan uang tunai, melainkan dengan aset crypto seperti BTC, ETH, dan token likuid lainnya. Desain ini membantu USDe memberikan imbal hasil bagi pemegangnya, tetapi juga membuatnya sulit untuk memenuhi standar ketat dari #MiCA .
Hingga saat ini, USDe adalah stablecoin terbesar ke-4 di dunia, dengan nilai peredaran sekitar 4,9 miliar USD. Namun, harga token ENA dari Ethena Labs telah turun lebih dari 6% hanya dalam 24 jam terakhir, saat ini berada di level 0,28 USD, lebih rendah hingga 80% dibandingkan puncaknya. Ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang terpengaruh secara negatif oleh langkah mundur dari Jerman.
MiCA – peluang atau tantangan?
MiCA (Markets in Crypto-Assets) adalah undang-undang kerangka pertama EU untuk mengelola pasar aset digital secara komprehensif, dengan fokus besar pada regulasi stablecoin.
Persyaratan utama MiCA untuk stablecoin meliputi:
Memiliki cukup aset cadangan untuk menjamin nilai
Memisahkan aset pelanggan dari aset cadangan
Melakukan laporan berkala yang transparan
Mendaftar dan mendapatkan izin dari otoritas berwenang di masing-masing negara EU
Meskipun diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih aman dan stabil bagi konsumen, MiCA sedang membuktikan bahwa tidak mudah untuk beradaptasi, terutama bagi proyek crypto yang memiliki model operasi non-tradisional seperti Ethena.

Tidak semua orang bisa melewati "ujian MiCA"
Hingga Februari 2025, sudah ada 10 penerbit stablecoin yang disetujui di Eropa, termasuk:
Circle (penerbit USDC)
Crypto.com
Societe Generale
Membrane Finance
Namun, Tether – penerbit stablecoin terbesar di dunia (USDT) – masih belum muncul dalam daftar ini. Hal ini menunjukkan: bahkan raksasa industri pun belum tentu memenuhi standar yang ditetapkan oleh MiCA.
Baru-baru ini, Google juga telah memperbarui kebijakan iklan untuk layanan crypto di Eropa, dengan persyaratan untuk sepenuhnya mematuhi MiCA – ini semakin menunjukkan pengaruh luas dari undang-undang ini terhadap seluruh industri.

Pelajaran apa yang harus diambil oleh pengguna Binance dan komunitas crypto?
Langkah mundur Ethena Labs dari Jerman menunjukkan bahwa ekspansi ke pasar EU tidak lagi semudah sebelumnya. Pengguna dan investor di Binance – yang sebelumnya dapat mengakses stablecoin seperti USDe, USDT, atau USDC – harus:
Pantau perubahan hukum yang ketat di kawasan Eropa, terutama jika berniat untuk berdagang atau menggunakan aset digital di sini.
Perhatikan asal usul dan legalitas stablecoin yang terdaftar di bursa, karena tidak semua jenis diizinkan untuk beroperasi di setiap negara.
Pertimbangkan risiko likuiditas dan legalitas jika berinvestasi di token yang terkait dengan platform yang dipengaruhi oleh MiCA.
Dalam jangka panjang, MiCA dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil bagi pengguna di Eropa, tetapi fase transisi akan menjadi tantangan besar bagi proyek dan investor.

Peringatan risiko
Crypto adalah bidang yang masih baru, banyak fluktuasi, dan memiliki risiko hukum yang signifikan. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Terlibat dalam proyek aset digital, terutama di yurisdiksi yang kompleks seperti EU, perlu diteliti dengan cermat dan dipertimbangkan dengan hati-hati. Crypto tidak cocok untuk semua orang.
