#TrumpVsPowell #TrumpVsPowell sedang tren lagi—dan sejujurnya, tidak mengejutkan. Trump dan Jerome Powell (Ketua Federal Reserve) telah berselisih keras belakangan ini.
Trump ingin suku bunga turun karena dia mengatakan suku bunga tinggi memperlambat ekonomi. Namun Powell tidak tergoyahkan—dia fokus pada memerangi inflasi, terutama setelah Trump mengenakan tarif besar sebesar 145% pada barang-barang China, yang hanya menambah bahan bakar pada api.
Sekarang inilah yang menjadi liar: Trump sebenarnya berbicara tentang memecat Powell. Tetapi secara hukum, itu tidak sesederhana itu. Ketua Fed hanya dapat dipecat "karena alasan", bukan hanya karena presiden tidak suka pada keputusannya. Powell, di pihaknya, telah memperjelas—dia tidak akan mundur.
Ini berubah menjadi perjuangan kekuasaan yang penuh. Jika Trump mencoba mendorong Powell keluar, itu bisa sampai ke Mahkamah Agung. Dan jika pengadilan berpihak pada Trump, itu bisa mengguncang seluruh fondasi independensi Fed. Itu hal yang serius—itu membuat para investor cemas dan pasar bereaksi.
Intinya: Ini bukan hanya tentang Trump dan Powell. Ini tentang apakah bank sentral dapat tetap independen ketika politik terlibat. Mari kita lihat ke mana arahnya.