#TrumpVsPowell Dapatkan! Jika Anda menulis tentang Donald Trump vs. Jerome Powell, berikut adalah ringkasan singkat yang dapat Anda kembangkan, tergantung pada tujuan Anda (artikel, utas tweet, skrip video, dll.). Mari kita mulai dengan ringkasan umum, kemudian saya bisa memecahnya menjadi format yang berbeda jika diperlukan.
Trump vs. Powell: Sebuah Bentrokan atas Suku Bunga dan Kekuasaan
Donald Trump menunjuk Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve pada tahun 2018, mengharapkan kesetiaan. Tetapi ketika Powell memprioritaskan data ekonomi daripada tekanan politik, ketegangan meningkat.
Trump menginginkan suku bunga rendah untuk mendorong pasar saham dan merangsang ekonomi—terutama menjelang pemilihan 2020. Tetapi Powell menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan menormalkan kebijakan setelah bertahun-tahun uang mudah pasca-2008.
Trump secara berulang kali mengkritik Powell di depan umum, menyebut Fed sebagai “ancaman terbesar”nya, dan bahkan mempertimbangkan untuk memecatnya—sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengguncang pasar.
Meskipun ada tekanan, Powell mempertahankan independensi Fed. Ironisnya, selama krisis COVID-19 pada tahun 2020, Powell secara agresif menurunkan suku bunga—persis seperti yang diinginkan Trump—tetapi karena krisis, bukan politik.
Perseteruan mereka menyoroti ketegangan mendasar dalam pemerintahan Amerika: politik vs. independensi bank sentral.