Tesla saat ini menghadapi krisis merek besar, yang dipicu oleh keterlibatan politik kontroversial CEO Elon Musk, terutama perannya dalam inisiatif DOGE di pemerintahan Trump. Menurut Dan Ives dari Wedbush Securities, momen ini adalah "kode merah" bagi perusahaan, dan Musk perlu menjauhkan diri dari politik dan fokus kembali pada kepemimpinan Tesla.
Nilai merek perusahaan telah turun 26% menjadi $43 miliar pada tahun 2025, memungkinkan pesaing seperti Mercedes-Benz dan Hyundai untuk melampauinya dalam peringkat global. Saham Tesla juga telah jatuh 43% sejak awal tahun, diperburuk oleh pengiriman yang lemah pada kuartal pertama dan protes yang semakin meningkat, terutama di Eropa dan Asia.
Saat Tesla bersiap untuk laporan pendapatannya, semua perhatian tertuju pada langkah-langkah berikutnya Musk. Para analis percaya masa depan Tesla bergantung pada kembalinya Musk sebagai CEO secara penuh waktu, dan bagaimana perusahaan menangani isu-isu politik dan persepsi publik akan menjadi kunci dalam beberapa minggu ke depan.


