Kritik Donald Trump terhadap Federal Reserve pada tahun 2025: sebuah isu politik
Pada tahun 2025, Donald Trump memperbarui kritiknya terhadap Federal Reserve, menuduhnya memiliki motivasi politik dalam keputusan-keputusannya. Trump berargumen bahwa kebijakan Federal Reserve dirancang untuk menghalangi kebijakan ekonominya dan merusak kemungkinannya untuk terpilih kembali.
Kritik Trump terhadap Federal Reserve bukanlah hal baru. Sepanjang masa kepresidenannya, Trump sering mengkritik Federal Reserve karena menjaga suku bunga terlalu tinggi. Ia berargumen bahwa suku bunga yang lebih rendah akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Namun, kritik Trump pada tahun 2025 lebih eksplisit secara politik. Ia menuduh Federal Reserve "di luar kendali" dan berusaha "sabotase" kebijakan ekonominya. Trump juga mengklaim bahwa Federal Reserve "di tangan para Demokrat" dan bahwa mereka berusaha membantu Partai Demokrat memenangkan pemilihan presiden mendatang.
Kritik Trump terhadap Federal Reserve diterima dengan skeptisisme oleh banyak ekonom dan analis politik. Mereka berargumen bahwa Federal Reserve adalah sebuah lembaga independen dan bahwa keputusan-keputusan mereka didasarkan pada data ekonomi, bukan politik.
Namun, kritik Trump memiliki dampak pada opini publik. Survei yang dilakukan oleh CNN menemukan bahwa 52% orang Amerika percaya bahwa Federal Reserve termotivasi secara politik. Temuan ini menunjukkan bahwa kritik Trump menggema di antara sejumlah signifikan orang Amerika.
Dampak kritik Trump terhadap Federal Reserve masih tidak pasti. Mungkin saja Federal Reserve akan menjadi lebih berhati-hati dalam keputusan kebijakannya untuk menghindari tuduhan bias. Juga mungkin kritik Trump tidak berdampak pada kebijakan Federal Reserve.