#TariffPause The #TariffPause merujuk pada penangguhan sementara tarif, yang merupakan pajak yang dikenakan pada barang impor, terutama dalam konteks perang dagang yang sedang berlangsung antara AS dan China. Berikut adalah yang sedang terjadi:
*Perkembangan Kunci*
- *Penangguhan 90 Hari*: Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari pada tarif timbal balik untuk sebagian besar negara, kecuali China, untuk memberikan waktu bagi negosiasi perdagangan.
- *Sikap China*: China telah membantah klaim mengenai negosiasi tarif yang sedang berlangsung dengan AS dan bersikeras bahwa AS harus mencabut semua tarif unilaterally untuk mencapai resolusi.
- *Tarif*: Tarif pada barang-barang China tetap tinggi di 145%, sementara China telah membalas dengan tarif 125% pada impor AS.
*Potensi Dampak*
- *Pengurangan Biaya*: Penangguhan tarif dapat meringankan tekanan keuangan pada bisnis dan konsumen, yang berpotensi mengarah pada harga yang lebih rendah.
- *Stabilitas Rantai Pasokan*: Tarif mengganggu rantai pasokan, dan penangguhan dapat menawarkan periode stabilitas, memungkinkan bisnis untuk merencanakan dan menghindari gangguan lebih lanjut.
- *Peluang untuk Negosiasi*: Penangguhan tarif dapat menciptakan jendela untuk negosiasi perdagangan antar negara.
*Reaksi Pasar*
- *Pasar Crypto*: Pengumuman penangguhan tarif memicu lonjakan di pasar crypto, dengan Bitcoin melonjak 7,6% melewati $80,000.
- *Pasar Saham*: S&P 500 mengalami sesi yang bergejolak, dengan saham memangkas sebagian besar kenaikan hari itu saat para trader menganalisis sinyal bertentangan dari presiden mengenai kemajuan negosiasi tarif ¹.
*Ketidakpastian Mengenai Penangguhan Tarif di Masa Depan*
Presiden Trump telah menunjukkan bahwa penundaan lain selama 90 hari pada tarif yang lebih tinggi tidak mungkin terjadi, meningkatkan tekanan pada negara-negara untuk merundingkan kesepakatan perdagangan dengan pemerintahannya. Trump juga menyatakan bahwa ia tidak akan mencabut tarif pada China kecuali Beijing menawarkan "sesuatu yang substansial" sebagai imbalan ².