Likuidasi adalah mimpi buruk terburuk seorang trader—ketika posisi Anda ditutup secara paksa akibat margin yang tidak mencukupi. Banyak trader bertanya-tanya apakah hedging (membuka posisi berlawanan) dapat menyelamatkan mereka dari likuidasi. Jawaban singkatnya? Tergantung.
Cara Kerja Hedging
Hedging melibatkan membuka posisi di arah yang berlawanan dari perdagangan asli Anda. Misalnya, jika Anda memiliki posisi long di Bitcoin, Anda mungkin membuka posisi short untuk mengimbangi kerugian.
Apakah Hedging Mencegah Likuidasi?
- Futures & Perpetual Swaps: Dalam kebanyakan kasus, tidak. Bursa menghitung likuidasi berdasarkan posisi bersih Anda. Jika hedging Anda berada di bursa yang sama, itu hanya mengurangi eksposur tetapi tidak mencegah likuidasi jika margin Anda habis.
- Hedging Lintas Bursa: Jika Anda melakukan hedging di platform yang berbeda, itu dapat membantu mengurangi kerugian, tetapi posisi asli Anda masih dapat dilikuidasi jika persyaratan margin tidak terpenuhi.
- Isolated vs. Cross Margin: Dalam mode cross-margin, saldo yang tidak terpakai dapat menutupi kerugian, tetapi hedging saja tidak akan menghentikan likuidasi jika ekuitas turun terlalu rendah.
Strategi yang Lebih Baik
Alih-alih hanya mengandalkan hedging:
✅ Tingkatkan Margin – Tambahkan lebih banyak dana untuk menghindari likuidasi.
✅ Atur Stop-Loss – Keluar secara otomatis sebelum likuidasi terjadi.
✅ Monitor Leverage – Leverage tinggi meningkatkan risiko likuidasi.
Hedging tidak akan menjamin bahwa likuidasi Anda akan aman tetapi akan membantu Anda menyelamatkan akun Anda jika Anda berdagang dengan bijak 🙂
Berdaganglah dengan bijak!

