Dalam langkah berani yang menandakan semakin dekatnya konvergensi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain, BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, telah mengajukan permohonan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk memperkenalkan kelas saham digital yang didukung blockchain, yang disebut "Saham DLT," untuk Dana Kepercayaan Treasury senilai $150 miliar. Pengajuan ini, yang diumumkan pada 30 April 2025, menegaskan komitmen BlackRock untuk memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (DLT) untuk merevolusi infrastruktur keuangan, sejalan dengan visi CEO Larry Fink tentang tokenisasi sebagai masa depan investasi. Langkah Strategis Menuju Tokenisasi Saham DLT yang diusulkan akan memanfaatkan teknologi blockchain hanya untuk pencatatan, bukan untuk menyimpan cryptocurrency dalam portofolio dana. Dengan bermitra dengan BNY Mellon, BlackRock bertujuan untuk menyederhanakan pelacakan kepemilikan untuk Dana Kepercayaan Treasury-nya, sebuah dana pasar uang yang dirancang untuk mempertahankan nilai $1 per saham yang stabil dengan berinvestasi dalam aset likuid tinggi seperti uang tunai dan sekuritas pemerintah jangka pendek. Inisiatif ini menargetkan investor institusi, dengan investasi minimum sebesar $3 juta, tanpa batas minimum pada pembelian berikutnya. Langkah ini merupakan pengembangan dari upaya BlackRock sebelumnya dalam blockchain. Dana Likuiditas Digital Institusi USD (BUIDL) milik perusahaan, yang diluncurkan pada Maret 2024 dengan Securitize, telah mengumpulkan lebih dari $1,7 miliar dalam aset, menunjukkan keahlian BlackRock yang terus berkembang dalam tokenisasi aset dunia nyata (RWAs). Dana BUIDL, yang dimulai dengan $100 juta dalam stablecoin USDC di jaringan Ethereum, menandai tonggak penting dalam membawa aset tradisional ke dalam jalur blockchain. Ekspansi BUIDL ke blockchain Solana lebih lanjut menyoroti pendekatan BlackRock yang tidak terikat pada platform tertentu dalam tokenisasi. Mengapa Blockchain? Penerimaan BlackRock terhadap blockchain untuk Saham DLT mencerminkan tren industri yang lebih luas menuju tokenisasi, yang menjanjikan penyelesaian lebih cepat, transparansi yang lebih baik, dan pengurangan biaya operasional. Dengan mencatat kepemilikan saham di blockchain, BlackRock bertujuan untuk menghilangkan penundaan yang terkait dengan sistem keuangan tradisional, memungkinkan transaksi hampir instan dan reinvestasi modal. Seperti yang dicatat Larry Fink dalam surat tahunan 2025 kepada investor, tokenisasi dapat "merevolusi" investasi dengan memungkinkan pasar 24 jam dan memperpendek waktu penyelesaian dari hari menjadi detik. Saham DLT Dana Kepercayaan Treasury dapat berfungsi sebagai tempat percobaan untuk aplikasi yang lebih luas, berpotensi meletakkan dasar untuk mata uang digital atau transaksi tunai di masa depan. Namun, Fink telah menekankan tantangan kritis: kurangnya sistem verifikasi identitas digital yang terkoordinasi. Tanpa pemeriksaan identitas yang kuat, aset yang ditokenisasi berisiko penipuan dan hambatan regulasi, sebuah kekhawatiran yang kemungkinan besar sedang ditangani BlackRock dalam pengajuannya kepada SEC. Implikasi Regulasi dan Pasar Pengajuan SEC bersifat awal dan menunggu persetujuan, sebuah proses yang dapat membentuk lanskap regulasi untuk aset yang ditokenisasi. Pengaruh BlackRock sebagai manajer aset senilai $9 triliun memberikan bobot pada proposalnya, berpotensi menekan regulator untuk memperjelas aturan seputar produk keuangan berbasis blockchain. Keterlibatan BNY Mellon, sebuah bank kustodian besar, lebih lanjut menunjukkan kepercayaan institusional dalam keandalan blockchain untuk operasi keuangan berisiko tinggi. Dorongan BlackRock sejalan dengan gelombang upaya tokenisasi yang lebih luas. Pesaing seperti JP Morgan, State Street, dan Franklin Templeton juga menjajaki blockchain untuk dana yang ditokenisasi, sementara Libre baru-baru ini men-tokenisasi utang sebesar $500 juta dari Telegram di blockchain TON. Tanggapan SEC terhadap pengajuan BlackRock dapat menjadi preseden, baik mempercepat atau meredakan adopsi blockchain dalam keuangan tradisional.