Jepang memperingatkan AS: "Bermain dengan baik atau kami akan menjual $1 Triliun Obligasi AS"
Jepang baru saja mengeluarkan pernyataan mengejutkan dalam pertarungan perdagangan dengan AS—mengancam untuk menjual simpanan obligasi Treasury AS senilai $1,13 triliun jika perang dagang Trump berjalan terlalu jauh.
Menteri Keuangan Katsunobu Kato secara terbuka mengakui di TV nasional bahwa Jepang bisa menggunakan kepemilikan utang AS yang besar sebagai senjata negosiasi. Ketika ditanya apakah Jepang akan menjual Treasury untuk melawan tarif Trump, Kato berkata: “Ini ada sebagai kartu. Apakah kami menggunakannya adalah pertanyaan lain.”
Ini adalah masalah besar karena Jepang—pemegang utang AS asing terbesar di dunia—tidak pernah berbicara seperti ini sebelumnya. Namun setelah Trump mengenakan tarif baru pada Jepang pada bulan April, Tokyo tidak mau bermain baik lagi.
Mengapa Ancaman Ini Penting:
- Pasar AS panik ketika imbal hasil obligasi melonjak (kami melihat ini pada bulan April ketika Trump pertama kali mengumumkan tarif).
- Jika Jepang menjual bahkan sebagian dari kepemilikannya, biaya pinjaman AS bisa meroket.
- China ($1+ triliun utang AS juga) bisa bergabung, membuat krisis semakin parah.
Negosiator perdagangan utama Jepang baru saja menyelesaikan pembicaraan tegang di Washington, dan meskipun tidak ada rincian yang dirilis, jelas Jepang sudah tidak mau meminta keadilan lagi. Mereka sekarang mengatakan: "Dorong kami lagi, dan kami akan menghancurkan pasar obligasi Anda."
Apa Selanjutnya?
- Lebih banyak negosiasi pada bulan Mei.
- Kesepakatan yang mungkin terjadi pada bulan Juni.
- Tapi Jepang tidak lagi mundur.
Intinya: AS bergantung pada Jepang dan China untuk membeli utangnya. Jika salah satu negara mulai menjual, dampak keuangan bisa sangat besar. Jepang baru saja menunjukkan tangan mereka—apakah Trump akan menanggapi tantangan ini?