Agen rahasia seperti NSA atau CIA menggunakan bahasa pemrograman yang tidak tersedia untuk publik
Ini adalah teori atau mitos yang sering terdengar dalam diskusi tentang peretasan, keamanan siber, dan intelijen global. Mari kita jabarkan secara rinci:
A. Teori
Dipercaya bahwa:
Beberapa kekuatan super seperti AS, Rusia, atau China telah membuat bahasa pemrograman atau sistem khusus yang hanya dapat digunakan oleh agen intelijen mereka.
Bahasa-bahasa ini sangat kuat dan dapat mengendalikan komputer atau mesin mana pun.
Mereka digunakan untuk mengelola senjata rahasia, satelit, sistem nuklir, atau jaringan peretasan global.
B. Realitas yang Mungkin
Ya, beberapa sistem dan alat sebenarnya diklasifikasikan. Misalnya, "XKeyscore" milik NSA atau sistem seperti PRISM.
Mereka mungkin memiliki alat pemrograman yang bersifat kepemilikan atau dibangun khusus yang dirancang untuk perangkat keras atau misi tertentu.
Tetapi mereka tidak ditulis dalam bahasa "ajaib" yang tidak diketahui. Mereka biasanya berdasarkan pada bahasa standar seperti:
C / C++
Assembly
Python (dengan pustaka kustom)
Lisp (sering digunakan dalam penelitian AI)
C. Bukti Historis
NSA mengembangkan alat sistemnya sendiri, seperti untuk "SELinux."
Bahasa Ada secara khusus dikembangkan oleh Departemen Pertahanan AS untuk sistem misil dan aplikasi pertahanan.
Erlang digunakan dalam telekomunikasi dan juga telah digunakan dalam sistem yang aman atau diklasifikasikan.
D. Mengapa Mitos Ini Ada
Mitos ini semakin kuat karena:
Serangan siber yang tidak biasa (misalnya, worm Stuxnet).
Bocoran dari agen intelijen.
Film dan acara TV yang menggambarkan peretas yang menjatuhkan satelit tanpa bahkan menyentuh keyboard!
E. Kesimpulan
Ya, agen mungkin memiliki alat pribadi atau sistem khusus, tetapi itu masih berdasarkan pada prinsip dasar yang sama yang diajarkan dalam ilmu komputer.
Perbedaannya adalah:
Alat mereka rahasia.
Tujuan mereka sangat khusus.
Mereka tidak dapat diakses oleh publik umum.