๐ˆ๐Ÿ ๐ˆ๐ง๐๐ข๐š ๐š๐ง๐ ๐๐š๐ค๐ข๐ฌ๐ญ๐š๐ง ๐–๐ž๐ง๐ญ ๐ญ๐จ ๐–๐š๐ซโ€ฆ ๐–๐ก๐จ ๐๐š๐ฒ๐ฌ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐ซ๐ข๐œ๐ž?

Dua negara bersenjata nuklir.

Dua bangsa yang bangga.

Satu percikan โ€” dan api menghanguskan segalanya.

Jangan kita menipu diri sendiri:

India mungkin condong ke Barat โ€” AS, Prancis, Israel.

Pakistan mungkin meminta bantuan China, Turki, dan lainnya.

Tapi pada akhirnyaโ€ฆ tidak ada yang menang dalam perang nuklir.

Hanya kehancuran yang menang.

Langit menjadi gelap.

Rumah-rumah berubah menjadi puing.

Anak-anak mewarisi trauma alih-alih mimpi.

Batas mungkin bertahan โ€” tetapi kemanusiaan tidak.

Perang tidak berakhir dengan kemenangan.

Ia berakhir dengan pemakaman, kelaparan, dan masa depan yang hilang.

Jadi inilah pemikirannya:

Pilih percakapan daripada konflik.

Pilih alasan daripada kemarahan.

Pilih kedamaian.

Karena kekuatan sejatiโ€ฆ ada dalam pengendalian diri.

Dan kemenangan terbesarโ€ฆ adalah menghindari perang sama sekali.

#HumanityFirst #TradeStories #FOMCMeeting #IndvsPakWar