Regulator AS Memberikan Lampu Hijau: Bank Dapat Sepenuhnya Terlibat dengan Crypto ā Tanpa Persetujuan Sebelumnya
Regulator perbankan AS, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), telah secara resmi mengonfirmasi:
Bank sekarang diizinkan untuk melakukan transaksi cryptocurrency, menawarkan layanan penitipan melalui penyedia pihak ketiga, dan menangani pelaporan pajak untuk aset digital.
š Pergeseran Regulasi Kunci:
Tidak lagi memerlukan persetujuan sebelumnya dari OCC untuk bank yang terlibat dalam kegiatan crypto.
Mencabut interpretasi pembatasan sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun 2021.
Memungkinkan bank untuk bekerja dengan aset digital secara langsung atau melalui mitra infrastruktur.
šļø Konteks yang Lebih Luas ā Perkembangan Terkini:
Januari: Aturan akuntansi SAB 121 yang kontroversial, yang menyulitkan bank yang memiliki crypto, telah dibalik.
Maret: FDIC mengklarifikasi bahwa bank dapat terlibat dalam kegiatan aset digital tanpa memerlukan persetujuan pengawasan khusus.
April: Federal Reserve mencabut panduan yang secara efektif menghalangi bank untuk memasuki ruang crypto.
š« Perubahan Signifikan dalam Nada:
Yang penting, tiga regulator utama ā OCC, FDIC, dan Federal Reserve ā telah menarik pernyataan bersama mereka sebelumnya yang memperingatkan tentang "risiko signifikan" dan potensi "penipuan" di industri crypto, serta potensi bahaya bagi investor.
ā Gambaran Besar:
Sistem keuangan AS jelas membuka pintunya lebih lebar untuk ekosistem crypto. Langkah ini menghapus ketidakpastian regulasi yang signifikan, memungkinkan bank-bank tradisional besar untuk dengan percaya diri mengeksplorasi dan memasuki industri aset digital tanpa menghadapi birokrasi yang berlebihan atau ketakutan akan reaksi balik regulasi.
$BTC
