Di tengah suhu di Kuwait diperkirakan melebihi 52°C musim panas ini, pemerintah negara ini sedang memperluas kampanye penegakan hukum berskala besar yang menargetkan aktivitas penambangan crypto ilegal, dengan tujuan melindungi sistem kelistrikan nasional dari risiko kolaps akibat dieksploitasi secara berlebihan.
Lebih dari 100 orang telah diperiksa, puluhan lokasi telah diselidiki
Menurut informasi terbaru, pemerintah #Kuwait telah melakukan penyelidikan terhadap 31 kasus terkait penggunaan listrik ilegal untuk menambang mata uang kripto, sekaligus memeriksa 116 individu. Penyelidikan difokuskan pada 59 kawasan pemukiman yang dicurigai menjalankan sistem penambangan crypto tanpa izin.
Penyalahgunaan listrik murah untuk menjalankan rig penambangan berkapasitas besar telah dituduh oleh otoritas sebagai penyebab terjadinya pemadaman listrik secara luas di banyak daerah. Seorang jaksa menegaskan di media lokal bahwa akan menerapkan langkah-langkah hukum yang ketat terhadap setiap pelanggaran.
Listrik murah, hukum ketat, dan musim panas yang mengancam
Dengan tarif listrik rumah tangga hanya 4,6 sen/kWh – empat kali lebih murah dari rata-rata di AS – Kuwait telah lama menjadi tujuan menarik bagi para penambang crypto yang melanggar hukum. Namun, sejak tahun 2023, negara ini telah secara resmi mengeluarkan larangan total terhadap semua bentuk penambangan mata uang kripto, sebagai bagian dari kampanye melawan pencucian uang dan perlindungan keamanan energi.
Hanya dalam tahun 2025, kapasitas listrik Kuwait telah mencapai lebih dari 5.110 Gigawatt-jam hanya dalam bulan Januari. Namun, dengan iklim yang keras dan permintaan konsumsi yang tinggi pada musim panas, pemerintah telah menyerukan kepada warga untuk menghemat energi agar tidak membebani sistem listrik nasional.

Penambangan crypto: Ancaman atau peluang?
Meskipun pemerintah Kuwait menganggap penambangan mata uang kripto sebagai "tindakan eksploitasi listrik ilegal" dan "mengancam langsung keselamatan publik", para pendukung berpendapat bahwa penambangan crypto dapat membantu menstabilkan jaringan listrik, jika diterapkan dengan bijaksana dan menggunakan energi terbarukan. Sebuah penelitian dari Pusat Cambridge untuk Keuangan Alternatif bahkan menunjukkan bahwa proporsi energi berkelanjutan yang digunakan dalam jaringan Bitcoin telah meningkat dari 37,6% (2022) menjadi 52,4% (2024).

Hubungi crypto dan pengguna Binance:
Bagi pengguna Binance, pelajaran yang bisa diambil dari kisah Kuwait adalah: mematuhi regulasi hukum adalah syarat utama saat terlibat dalam penambangan atau investasi crypto. Meskipun listrik murah dapat menciptakan peluang menarik, tetapi pengoperasian yang tidak sesuai dengan regulasi dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang serius. Binance selalu mendorong pengguna untuk mengakses aset digital dengan cara yang transparan, legal, dan aman di semua pasar.
Peringatan risiko: Investasi dalam cryptocurrency adalah aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi, tidak cocok untuk semua orang. Pengguna harus melakukan penelitian yang cermat dan hanya berinvestasi dengan modal yang dapat diterima hilangnya. Tindakan penambangan atau penggunaan aset digital secara ilegal dapat melanggar hukum di banyak negara.


