India meningkatkan pengawasan crypto di Jammu dan Kashmir, meminta bursa untuk memantau dengan ketat “dompet pribadi” guna mencegah pendanaan terorisme. Apakah ini tanda peringatan bagi industri aset digital? Mari kita analisis secara mendetail.


India Bertindak: Meningkatkan Pengawasan Di Daerah Perbatasan

Pada 01/05/2025, Unit Intelijen Keuangan India (FIU-IND) mengeluarkan instruksi yang meminta platform crypto untuk meningkatkan pengawasan transaksi dari daerah perbatasan, terutama Jammu dan Kashmir – wilayah sengketa yang telah lama ada dengan #Pakistan , yang dianggap sebagai titik panas keamanan nasional. Instruksi ini berfokus pada “dompet pribadi” (private wallets) – alat terdesentralisasi yang memungkinkan transfer uang peer-to-peer (P2P) tanpa melalui bursa atau pihak ketiga, yang berisiko disalahgunakan untuk menyembunyikan aliran dana terkait terorisme.


FIU-IND meminta bursa untuk memprioritaskan pemantauan transaksi dari daerah perbatasan, bahkan jika tidak ada tanda mencurigakan yang jelas, melampaui persyaratan pelaporan transaksi mencurigakan (STR) biasa yang harus dipatuhi perusahaan crypto, mirip dengan bank tradisional.


Risiko Dari Dompet Pribadi Dan Privacy Coin

Pemerintah khawatir “dompet pribadi” dan privacy coin seperti Monero, Zcash dapat membantu penjahat melewati sistem perbankan resmi, mengaburkan jejak yang terkait dengan jaringan teroris. Seorang pemimpin industri mengatakan kepada The Economic Times bahwa transaksi melalui privacy coin “sulit untuk dilacak oleh penegak hukum India.” Mohith Agadi (Fact Protocol) berkomentar: “Pengawasan crypto untuk melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme bukan hal baru, tetapi ketika terjadi insiden, mereka akan mengontrol dengan lebih ketat.” Ia mengacu pada kasus di AS tahun 2020, ketika 300 akun crypto dan jutaan USD terkait dengan ISIS, al-Qaeda, Hamas disita, menunjukkan baik risiko maupun potensi teknologi blockchain dalam memerangi kejahatan.

BTC
BTCUSDT
65,568.6
-2.81%


Konteks Global: Kekhawatiran Pendanaan Terorisme

Instruksi India dikeluarkan dalam konteks global yang meningkatnya kekhawatiran tentang penggunaan crypto untuk pendanaan terorisme. Minggu lalu, seorang pria di Virginia (AS) dijatuhi hukuman 30 tahun penjara karena mentransfer 185.000 USD melalui crypto untuk mendukung ISIS, melalui obrolan terenkripsi dan pengumpulan uang secara langsung. Agadi menekankan bahwa, jika ada kerangka hukum dan alat yang tepat, Web3 dapat menjadi “senjata” melawan terorisme, alih-alih menjadi alat bantu.


Dampak Terhadap Pasar Crypto

Acara ini membawa banyak sinyal:



  • Tingkatkan kewaspadaan: Investor dan bursa di India perlu mematuhi lebih ketat, terutama dengan privacy coin seperti Monero, Zcash.


  • Dorong regulasi: Aliran dana crypto mencapai 3,4 miliar USD minggu lalu, tetapi membutuhkan kerangka hukum yang jelas untuk mewujudkan proyeksi akumulasi 330 miliar USD ke Bitcoin pada tahun 2029.


  • Pertumbuhan stabil: Bitcoin (104.000 USD), Ethereum (2.500 USD), dan Solana (146 USD) masih mempertahankan momentum, tetapi tekanan regulasi dapat mempengaruhi jangka panjang.

    ETH
    ETHUSDT
    1,918.63
    -1.73%



Prospek Masa Depan

Jika India terus memperketat dalam 1-2 tahun ke depan, bursa crypto di sini mungkin menghadapi biaya kepatuhan yang lebih tinggi, tetapi juga mendorong inovasi dalam teknologi pengawasan blockchain. Menyeimbangkan antara privasi dan keamanan akan menjadi kunci untuk memastikan industri crypto berkembang secara berkelanjutan, terutama di wilayah sensitif seperti Jammu dan Kashmir.


Kesimpulan: Crypto Di India Akan Menghadapi Tantangan Baru?

India meminta bursa crypto meningkatkan pengawasan di Jammu dan Kashmir, fokus pada “dompet pribadi” dan privacy coin untuk mencegah pendanaan terorisme, di tengah kekhawatiran global yang meningkat setelah kasus 185.000 USD untuk #ISIS di AS. Dengan pasar crypto yang tetap aktif, industri memerlukan kerangka hukum yang jelas untuk menyeimbangkan keamanan dan inovasi. Investor harus memantau dengan cermat untuk menyesuaikan strategi.

BNB
BNB
606.04
-0.63%


Peringatan risiko: Investasi crypto membawa risiko tinggi karena volatilitas harga dan ketidakpastian hukum. Pertimbangkan dengan cermat sebelum berpartisipasi. #anhbacong