Per 14 Mei 2025, Bitcoin $BTC

(BTC) diperdagangkan pada sekitar $103,731, mencerminkan peningkatan moderat sebesar 1,18% dari penutupan sebelumnya. Namun, kenaikan ini mengikuti periode volatilitas yang signifikan, dengan cryptocurrency mengalami fluktuasi substansial dalam beberapa minggu terakhir.
📉 Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap Ketidakstabilan Bitcoin
Tekanan Makroekonomi
Ketidakpastian ekonomi global, termasuk meningkatnya tingkat inflasi dan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi, telah membuat investor menilai kembali portofolio mereka. Pada Februari 2025, AS memperkenalkan tarif baru pada impor dari beberapa negara, menyebabkan efek riak di pasar keuangan, termasuk cryptocurrency.
Praktik Mengambil Keuntungan oleh Institusi
Setelah Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar $109,225 pada bulan Januari, banyak investor institusional mulai mengunci keuntungan. Ini menyebabkan meningkatnya tekanan jual, berkontribusi pada penurunan harga Bitcoin.
Ketidakpastian Regulasi
Lanskap regulasi yang berkembang menimbulkan tantangan bagi stabilitas Bitcoin. Di Amerika Serikat, regulasi yang diusulkan dapat mengklasifikasikan banyak transaksi kripto sebagai sekuritas, yang membuatnya tunduk pada persyaratan kepatuhan yang lebih ketat.
Kekhawatiran Keamanan
Pelanggaran keamanan berkaitan dengan kripto yang tinggi profilnya telah mengguncang kepercayaan investor. Misalnya, peretasan signifikan pada Februari 2025 mengakibatkan pencurian $1,4 miliar dari bursa utama, yang menyebabkan penurunan tajam dalam harga Bitcoin.
📊 Volatilitas Harga Bitcoin: Tinjauan Visual
Sumber: CoinDesk
🔮 Prospek untuk Bitcoin
Meskipun ketidakstabilan saat ini, prospek jangka panjang Bitcoin tetap menjanjikan. Analis memproyeksikan bahwa jika kondisi makroekonomi stabil dan kepercayaan investor pulih, Bitcoin bisa mencapai puncak baru dalam beberapa bulan mendatang.
Reuters