Sejarah Bitcoin 😲
2008: Seseorang atau kelompok yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto menerbitkan buku putih Bitcoin berjudul "Bitcoin: Sistem Kas Elektronik Peer-to-Peer."
2009: Bitcoin diluncurkan dengan penambangan blok genesis (Blok 0) pada 3 Januari. Perangkat lunak Bitcoin sumber terbuka pertama dirilis.
2010: Transaksi Bitcoin dunia nyata pertama terjadi ketika 10.000 BTC digunakan untuk membeli dua pizza (sekarang dikenal sebagai "Hari Pizza Bitcoin"). Bitcoin mulai mendapatkan nilai, mencapai $0,01 hingga $0,10.
2011–2013: Bitcoin mencapai paritas dengan dolar AS pada tahun 2011 dan tumbuh dalam popularitas. Beberapa cryptocurrency alternatif ("altcoin") muncul. Pada tahun 2013, harga Bitcoin mencapai $1.000 untuk sementara waktu.
2014–2016: Bursa utama Mt. Gox runtuh akibat peretasan, yang mengakibatkan kekhawatiran keamanan dan regulasi yang lebih ketat. Adopsi perlahan meningkat, dan teknologi blockchain mendapatkan minat yang lebih luas.
2017: Bitcoin mencapai rekor tertinggi hampir $20.000 pada bulan Desember, didorong oleh investasi spekulatif. Ini memicu minat global dan diskusi seputar regulasi.
2018–2019: Pasar jatuh, dengan Bitcoin turun menjadi sekitar $3.000. Meskipun demikian, minat institusional dan pengembangan infrastruktur terus berlanjut.
2020–2021: Bitcoin melonjak lagi, mencapai rekor tertinggi lebih dari $60.000 pada tahun 2021. Faktor-faktor termasuk investasi institusional, penerimaan yang semakin meningkat (misalnya, Tesla, PayPal), dan ketidakpastian ekonomi selama COVID-19.
2022–2023: Bitcoin menghadapi volatilitas di tengah inflasi global, kenaikan suku bunga, dan skandal crypto besar (misalnya, runtuhnya FTX). Harga turun tetapi teknologi terus berkembang.
2024 dan seterusnya: Bitcoin tetap menjadi cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, secara luas dianggap sebagai aset digital atau "penyimpan nilai" yang mirip dengan emas. Perannya dalam keuangan global masih berkembang.
$BTC $BTC