#TrumpTariffs

Dampak Berkepanjangan dari Tarif Trump: Penilaian Kebijakan Perdagangan

Ketika mantan Presiden Donald Trump memulai kampanye tarif yang luas selama masa jabatannya, tujuannya jelas: mengurangi defisit perdagangan AS, menghukum praktik perdagangan yang tidak adil (terutama oleh China), dan membawa kembali pekerjaan manufaktur ke rumah. Apa yang terjadi selanjutnya adalah salah satu pergeseran proteksionis yang paling agresif dalam sejarah AS baru-baru ini.

Namun, bertahun-tahun kemudian, para ekonom, pengusaha, dan pembuat kebijakan masih memperdebatkan pertanyaan sentral: Apakah tarif tersebut sepadan?

Tarif: Sebuah Tinjauan

Pemerintahan Trump memberlakukan tarif pada impor senilai ratusan miliar dolar, dengan target utama barang-barang dari China, baja, aluminium, dan berbagai produk industri. China membalas dengan cara yang sama, menyerang sektor pertanian AS dan sektor kunci lainnya. Tindakan-tindakan ini menandai awal dari perang dagang yang mengguncang rantai pasokan global dan mengganggu pasar.

Pemenang dan Pecundang

Beberapa industri, seperti baja dan aluminium domestik, awalnya diuntungkan dari tarif melalui berkurangnya persaingan. Namun, keuntungan ini sering kali terimbangi oleh meningkatnya biaya input bagi produsen yang bergantung pada bahan impor.

Petani, khususnya, terkena dampak berat. Tarif balasan China pada kedelai dan tanaman lainnya menyebabkan harga jatuh, memaksa pemerintah AS untuk campur tangan dengan bantuan miliaran dolar untuk mengimbangi kerusakan.

Apakah Manufaktur Kembali ke Rumah?

Sebuah janji sentral dari tarif adalah untuk "mengembalikan" pekerjaan manufaktur AS. Meskipun ada pertumbuhan yang moderat di beberapa area, sebagian besar ekonom setuju bahwa tarif tersebut tidak menghasilkan kembalinya manufaktur secara luas. Sebaliknya, perusahaan sering kali mengalihkan rantai pasokan ke negara-negara berbiaya rendah lainnya seperti Vietnam atau Meksiko, daripada kembali ke AS.