Pada tahun 2021, Su Zhu berada di puncak dunia crypto — salah satu pendiri Three Arrows Capital, sebuah dana lindung nilai dengan miliaran di bawah pengelolaan dan ego yang sepadan. Para trader mengaguminya. Para miliarder mendukungnya. Semua orang percaya bahwa dia melihat masa depan.
Tapi tidak ada yang melihat tsunami leverage di bawah permukaan.
3AC tidak hanya meminjam. Mereka menggandakan uang yang dipinjam, menumpuk risiko di atas risiko, dan bertaruh habis-habisan — termasuk taruhan $500 juta pada LUNA. Ketika LUNA runtuh pada tahun 2022, itu tidak hanya kehilangan nilai. Itu menguap. Dan begitu juga dengan kerajaan 3AC.
72 jam. Itulah waktu yang dibutuhkan untuk salah satu dana lindung nilai crypto terbesar runtuh.
Kreditur? Terpaksa berjuang. Investor? Terbakar. Kepercayaan? Hancur. Su Zhu? Menghilang.
Mengapa semuanya runtuh:
Tidak ada kontrol risiko.
Leverage yang sembrono.
Kekurangan total transparansi.
Model 3AC hanya berkembang dalam pasar bullish. Begitu pasang surut, kebenaran telanjang terungkap.
Ini bukan sekadar kecelakaan — ini adalah sebuah perhitungan. Dan pengingat:
> Dalam crypto, leverage bukanlah strategi. Itu adalah bom waktu.
