• Polisi Thailand menangkap Ngo Thi Theu karena penipuan crypto senilai $300 juta.

  • Lebih dari 2.600 korban ditipu melalui platform perdagangan palsu.

  • Ngo mencuci keuntungan melalui properti dan akun mule.

  • Penipuan ini melibatkan 44 pusat panggilan di seluruh Vietnam dan Kamboja.

  • Investor didorong untuk memverifikasi platform crypto untuk menghindari penipuan.

#CryptoScam #BangkokArrest #Interpol #CryptocurrencyFraud #NgoThiTheu

Polisi Thailand Menangkap Tokoh Kunci dalam Penipuan Crypto Besar-Besaran

Pihak berwenang Thailand menangkap seorang wanita Vietnam di Bangkok karena mengatur penipuan crypto yang menipu lebih dari 2.600 korban sebesar $300 juta. Ngo Thi Theu, 30, dikenal sebagai “Nyonya Ngo,” ditangkap di sebuah hotel di distrik Watthana pada 24 Mei 2025. Ia dicari berdasarkan Pemberitahuan Merah Interpol dan surat perintah polisi Hanoi karena menyembunyikan aktivitas kriminal.

Penipuan ini menjebak investor dengan janji pengembalian bulanan 20-30% melalui platform perdagangan cryptocurrency dan forex palsu. Korban awalnya diizinkan untuk menarik jumlah kecil untuk membangun kepercayaan, mendorong investasi yang lebih besar. Operasi kemudian memutuskan kontak, meninggalkan investor dengan kerugian besar.

Rincian Penipuan dan Operasi Internasional

Jaringan Ngo, yang dipimpin oleh seorang warga negara Turki, termasuk 35 rekan Vietnam dan lebih dari 1.000 staf di 44 pusat panggilan penipuan di Hanoi, Ho Chi Minh City, Da Nang, Hoi An, dan Phnom Penh, Kamboja. Grup ini menggunakan selebriti dan influencer untuk mempromosikan skema tersebut, menciptakan ilusi legitimasi melalui seminar dan acara pemasaran.

Penyidik menemukan bahwa Ngo mencuci bagiannya dari keuntungan melalui investasi properti di Vietnam. Sementara bersembunyi di Thailand, ia menerima dana melalui akun mule di Vietnam, ditransfer ke warga negara Vietnam di Thailand, dan ditarik sebagai uang tunai dalam jumlah sekitar 1 juta baht per transaksi untuk menghindari deteksi.

Polisi Divisi Penanggulangan Kejahatan Thailand (CSD), bekerja sama dengan pihak berwenang Vietnam, melacak Ngo ke sebuah hotel di kawasan Klong Tan Nuea. Dua pria Vietnam, Ta Dinh Phuoc, 38, dan Trong Khuyen Trong, 41, ditangkap bersamanya karena melebihi masa tinggal visa mereka. Keduanya mengklaim sebagai pengawalnya.

Saat diinterogasi, Ngo mengakui perannya dalam penipuan tetapi mengatakan pemimpin Turki menerima bagian terbesar dari keuntungan. Ia menghadapi tuduhan misprision di Vietnam, yang membawa hukuman hingga tujuh tahun penjara berdasarkan Pasal 174 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2015. Tuduhan penipuan online berdasarkan Pasal 290 dapat menambah hingga tujuh tahun dan denda hingga $40.000.

Skala penipuan ini menyoroti ancaman yang semakin meningkat dari penipuan cryptocurrency. Asosiasi Blockchain Vietnam melaporkan bahwa lebih dari 17 juta orang Vietnam memiliki aset crypto pada tahun 2024, banyak yang tidak memiliki pengetahuan tentang penipuan umum seperti “rug pulls” dan skema “pump and dump”. Pihak berwenang mendesak investor untuk memverifikasi platform sebelum berinvestasi.

Penangkapan ini menandai langkah signifikan dalam memerangi kejahatan crypto transnasional. Polisi Thailand dan Vietnam terus menyelidiki operasi jaringan ini, berusaha membongkar pusat panggilan yang tersisa dan memulihkan dana yang dicuri.