1. Mitos: Cryptocurrency Hanya Digunakan untuk Kegiatan Ilegal

✅ Fakta: Meskipun crypto telah digunakan dalam transaksi ilegal (seperti uang tunai atau aset lainnya), sebagian besar aktivitas blockchain adalah sah. Perusahaan besar seperti Tesla, Microsoft, dan PayPal menerima pembayaran crypto. Chainalysis melaporkan bahwa **kurang dari 1% transaksi crypto** terkait dengan kegiatan ilegal.

2. Mitos: Bitcoin Tidak Memiliki Nilai Nyata Karena Tidak Didukung oleh Apa pun

✅ Fakta: Nilai Bitcoin berasal dari 'kelangkaan (kap 21 juta)', desentralisasi, dan adopsi sebagai penyimpan nilai (seperti emas digital). Mata uang fiat (USD, EUR) juga tidak didukung oleh aset fisik—nilai mereka berasal dari kepercayaan pada pemerintah yang menerbitkannya.

3. Mitos: Semua Cryptocurrency Itu Sama.

✅ Fakta: Ada ribuan cryptocurrency, masing-masing dengan tujuan yang berbeda:

- Bitcoin (BTC) – Emas digital/penyimpan nilai

- Ethereum (ETH) – Kontrak pintar & dApps

- Stablecoin (USDT, USDC) – Terikat pada fiat untuk stabilitas

- Koin privasi (Monero, Zcash) – Anonimitas yang ditingkatkan

4. Mitos: Crypto Adalah Skema Cepat Kaya.

✅ Fakta: Meskipun beberapa investor awal mendapatkan keuntungan besar, crypto sangat volatil dan berisiko.

Banyak penipuan (rug pulls, skema Ponzi) mengeksploitasi mitos ini. Kesuksesan jangka panjang memerlukan penelitian, manajemen risiko, dan pemahaman siklus pasar.

5. Mitos: Blockchain dan Crypto Adalah Hal yang Sama

✅ Fakta: Blockchain adalah teknologi di balik crypto (buku besar terdesentralisasi), tetapi memiliki banyak penggunaan non-crypto:

- Pelacakan rantai pasokan (Walmart, IBM)

- Sistem pemungutan suara

- Rekam medis kesehatan

- NFT & kepemilikan digital

$BTC $ETH $XRP

#Bitcoin2025 #TrumpMediaBitcoinTreasury