Di dunia cryptocurrency, keterbukaan blockchain adalah berkah dan risiko potensial. Setiap pengguna dapat melihat transaksi, saldo dompet, dan pergerakan token. Tapi bagaimana cara menggunakannya dengan aman, tanpa mengungkapkan diri dan tindakan Anda?
Berikut adalah prinsip kunci:
1. Gunakan penjelajah blockchain dengan bijak
Layanan seperti Etherscan atau BSCScan memungkinkan Anda untuk melacak dompet, token, kontrak, atau aktivitas tertentu di jaringan.
Anda dapat:
Masukkan alamat token dan lacak semua pemegangnya;
Lihat aktivitas dompet yang menarik minat Anda;
Mempelajari 'uang pintar' - tindakan trader berpengalaman dan paus.
Penting: jangan masuk ke layanan semacam itu dengan dompet Anda. Cukup gunakan mereka dalam mode tampilan.
2. Label dan analitik - tanpa pendaftaran yang berlebihan
Layanan seperti Nansen, Arkham, Bubblemaps memungkinkan analisis interaksi antara dompet, mengidentifikasi hubungan, 'mengelompokkan' alamat berdasarkan label. Tapi:
Gunakan mereka tanpa menghubungkan dompet Anda;
Jika ada langganan - jangan tinggalkan data yang sebenarnya.
3. Lacak token tanpa kompromi
Untuk ini, Anda dapat menggunakan:
Watchlists di CoinGecko, CoinMarketCap;
Bot di Telegram (seperti DexScreener atau TokenAlerts);
Tabel pribadi di Google Sheets dengan API untuk pemantauan.
4. Gunakan alamat burner
Jika Anda ingin menguji interaksi dengan kontrak, melacak perilaku proyek, atau berpartisipasi dalam tokenomik - gunakan alamat terpisah yang tidak terkait dengan dompet utama Anda.
Kesimpulan
Transparansi blockchain adalah alat analisis yang kuat. Namun, penting untuk tidak meninggalkan jejak digital: jangan masuk ke platform analitik, jangan 'memperlihatkan' alamat utama Anda dan pendekatan yang bijaksana dalam melacak aset orang lain. Analisis, tetapi tetap dalam bayangan.