🔥 Mengapa Proyek DeFi Diam-Diam Dimasukkan Dalam Daftar Hitam & Siapa di Baliknya 🔥
Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) seharusnya mengganggu perbankan tradisional, tetapi sekarang pemerintah, regulator, dan bahkan orang dalam blockchain sedang memasukkan protokol dalam daftar hitam, membatasi akses, dan diam-diam menutup proyek. Apakah ini tentang melindungi pengguna, atau apakah ini upaya terkoordinasi untuk mengendalikan masa depan DeFi?
🚀 Daftar Hitam DeFi – Apa yang Terjadi?
✔️ Larangan Tornado Cash (2022) – Departemen Keuangan AS memasukkan Tornado Cash dalam daftar hitam, menetapkan preseden untuk sensor DeFi.
✔️ Penghapusan Token Uniswap – Uniswap menghapus beberapa token dari antarmukanya, menimbulkan kekhawatiran tentang mekanisme kontrol yang tersembunyi.
✔️ Regulators Menargetkan Pinjaman DeFi – Pemerintah mendorong aturan yang lebih ketat, membuatnya lebih sulit bagi platform pinjaman DeFi untuk beroperasi.
⚖️ Tantangan – Desentralisasi vs. Regulasi
🚨 Penyalahgunaan Regulasi – Pemerintah memaksa platform DeFi untuk mematuhi, merusak desentralisasi.
🚨 Sensor Tingkat Bursa – Beberapa bursa terpusat memblokir token terkait DeFi, membatasi akses.
🚨 Penyaringan Tingkat Blockchain – Validator dan protokol diam-diam membatasi transaksi, menimbulkan kekhawatiran tentang sensor yang tersembunyi.
💣 Analisis Perubahan Permainan – Bagaimana Ini Mempengaruhi Crypto
✅ Tingkat Dampak: 🚀🔥 EKSTRIM – Masa depan DeFi dalam risiko!
✅ Pemain Tak Terduga: Regulator, bursa terpusat, pengembang blockchain?
✅ Potensi Dampak: Dapat menyebabkan regulasi DeFi yang lebih ketat, KYC yang dipaksakan, dan kontrol terpusat atas protokol pinjaman.
✅ Pendapat Hangat: Apakah DeFi perlahan-lahan diserap ke dalam sistem keuangan tradisional?
