Pasar cryptocurrency anjlok segera setelah Israel memulai serangan militer besar-besaran terhadap Iran.
Likuidasi melonjak menjadi $1,1 miliar. Pasar global dengan cepat beralih ke suasana melawan risiko, sementara harga emas dan minyak melonjak tajam.
Telah terjadi konflik geopolitik besar, pasar kemungkinan akan melihat volatilitas besar dalam waktu dekat.
Dengan mempertimbangkan eskalasi konflik yang terus berlanjut antara Israel dan Iran, pasar energi Eropa menghadapi tantangan serius. Analisis menunjukkan bahwa kapasitas kilang minyak Eropa dapat menghadapi kekurangan bahan baku hingga 30%, dan gangguan pasokan ini dapat menyebabkan lonjakan harga diesel hingga mencengangkan 50%.
Sebagai respons terhadap situasi krisis ini, para ahli pasar mulai mengevaluasi kemungkinan rute transportasi alternatif. Pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi, meskipun dapat dipertimbangkan sebagai alternatif, memiliki kapasitas maksimum hanya 6,5 juta barel per hari, yang jelas tidak dapat sepenuhnya mengkompensasi kekurangan pasokan saat ini.
Solusi potensial lainnya adalah meningkatkan kapasitas angkut melalui Jalur Laut Utara Rusia. Kapasitas rute ini telah ditingkatkan menjadi 2 juta barel per hari, tetapi opsi ini juga menghadapi masalah, karena akan meningkatkan durasi pengiriman sekitar 15 hari, yang selanjutnya akan memperburuk tekanan pada rantai pasokan dan biaya transportasi.
Situasi krisis energi ini mengancam tidak hanya produksi industri di Eropa, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada konsumen biasa, terutama selama periode permintaan puncak untuk pemanasan di musim dingin. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut juga akan memperburuk ketidakpastian di pasar energi.
Apa yang akan terjadi dengan pasar?
Bagikan👇🤝