š„ Ikhtisar Konflik IsraelāIran
1. Latar Belakang Sejarah
Revolusi Iran 1979: Setelah Revolusi Islam, Iran memutuskan hubungan dengan Israel, menyebutnya "rezim Zionis" yang tidak sah.
Perbedaan Ideologis: Kepemimpinan Iran, terutama Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), memandang Israel sebagai musuh regional dan menentang keberadaannya. Israel, sebagai balasan, melihat Iran sebagai ancaman utama karena ambisi nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok militan anti-Israel.
---
š°ļø Isu Kunci
1. Program Senjata Nuklir
Iran dicurigai mengejar senjata nuklir, meskipun mengklaim programnya untuk tujuan damai.
Israel telah secara konsisten melobi untuk tekanan internasional dan bahkan melakukan operasi rahasia (misalnya, sabotase, pembunuhan ilmuwan Iran) untuk menunda atau menggagalkan kemajuan nuklir Iran.
JCPOA (Kesepakatan Nuklir Iran) ditandatangani pada 2015 tetapi telah berantakan sejak AS menarik diri pada 2018 di bawah Presiden Trump.
2. Perang Proksi
Iran mendanai dan mempersenjatai beberapa kelompok proksi yang memusuhi Israel:
Hizbullah di Lebanon
Hamas dan Jihad Islam Palestina di Gaza
Milisi Syiah di Suriah dan Irak
Kelompok-kelompok ini terlibat dalam serangan roket, perang terowongan, dan bentuk-bentuk perang asimetris lainnya melawan Israel.
3. Suriah sebagai Medan Pertempuran
Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah yang menargetkan posisi Iran dan pengiriman senjata ke Hizbullah.
Iran menggunakan Suriah sebagai koridor untuk memindahkan senjata ke proksinya dan untuk membangun kehadiran militer dekat perbatasan Israel.
4. Perang Siber
Kedua negara telah terlibat dalam serangan siber. Insiden yang menonjol termasuk:
Virus Stuxnet (diduga dikembangkan oleh AS dan Israel) yang merusak fasilitas nuklir Iran.
Hacker Iran telah menargetkan infrastruktur Israel dan sebaliknya.
---
š Dampak Regional & Global
Sekutu dan Aliansi:
Israel didukung oleh AS dan mempertahankan hubungan yang tenang dengan beberapa negara Arab (UAE, Bahrain, Arab Saudi) yang juga memandang Iran sebagai ancaman.