Dalam panorama keuangan saat ini, sedikit figur yang telah sepengaruh dan, kadang-kadang, mempolar seperti Michael Saylor, visioner di balik perusahaan yang sekarang kita kenal sebagai Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Sejak 2020, Saylor telah mengorkestrasi salah satu taruhan korporat yang paling berani dalam sejarah baru-baru ini: akuisisi besar-besaran Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan utama.

Apa itu Strategi Saylor?

Michael Saylor, ketua eksekutif Strategy, telah menjadi pendukung Bitcoin yang gigih, berargumen bahwa itu adalah bentuk emas digital yang lebih unggul dan perlindungan yang tak tergantikan terhadap inflasi dan devaluasi mata uang fiat. Filosofinya berfokus pada gagasan bahwa Bitcoin adalah "aset kepemilikan yang lebih unggul" dan bahwa perusahaan harus mengadopsi "strategi Bitcoin" untuk melindungi modal mereka dalam jangka panjang dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.

Di bawah kepemimpinannya, Strategy telah mengubah model bisnisnya, beralih dari perusahaan perangkat lunak intelijen bisnis menjadi, pada dasarnya, kendaraan investasi dalam Bitcoin yang juga menjalankan bisnis intinya. Perusahaan telah membiayai akuisisi BTC-nya melalui kombinasi kasnya sendiri, penerbitan utang konversi, dan penawaran saham. Tonggak dalam Akumulasi

Hingga hari ini, Juni 2025, Strategy memiliki salah satu cadangan korporat Bitcoin terbesar di dunia, secara konsisten melampaui 580.000 BTC dan dengan biaya rata-rata akuisisi yang menunjukkan keyakinan jangka panjang. Saylor tidak hanya membeli Bitcoin secara sporadis, tetapi juga telah menerapkan strategi "akumulasi konstan", sering kali mengumumkan pembelian baru secara publik, yang telah menghasilkan minat signifikan di pasar.

Data kunci (sekitar Juni 2025):

* Lebih dari 580.000 BTC: Strategy telah mengakumulasi jumlah Bitcoin yang masif, menjadikannya pemegang korporat terbesar yang dikenal.

#SaylorBTCPurchase