Volatilitas Tinggi.
Bahkan dengan tren bullish, kripto tetap sangat volatil. Penurunan mendadak dapat mengikuti setiap lonjakan, menyebabkan ketakutan di antara investor baru.
> 💬 Contoh: BTC melonjak ke $68K tetapi mengoreksi ke $64K dalam beberapa jam — banyak trader terlikuidasi.
2. Ketidakpastian Regulasi
Meskipun beberapa daerah mengadopsi undang-undang kripto yang lebih jelas, yang lain memperketat pembatasan. Ketidakpastian membuat investor institusi berhati-hati.
> 💬 Pakistan, India, dan beberapa negara UE masih memiliki sikap yang tidak jelas tentang pajak kripto.
3. Proyek Penipuan yang Meningkat
Listing token baru menciptakan hype — tetapi banyak koin dengan kapitalisasi rendah adalah skema "pump and dump" atau penipuan terang-terangan.
> 💬 Selalu DYOR (Lakukan Riset Sendiri) sebelum berinvestasi pada listing baru.
4. Ancaman Keamanan
Meskipun teknologi dompet lebih baik, serangan phishing, pencurian dompet, dan peretasan bursa masih terjadi.
> 💬 Penyimpanan mandiri lebih aman, tetapi ada risiko kehilangan akses jika kunci hilang.
5. Biaya Gas Masih Menjadi Masalah (untuk Beberapa Rantai)
Sementara biaya Ethereum berkurang, mereka masih bisa melonjak saat terjadi kemacetan. Pengguna baru sering kesulitan memahami batas gas.
📌 Tips Pro untuk Pengguna Binance:
> Selalu gunakan Binance Launchpad, Token Terverifikasi, dan P2P Escrow untuk mengurangi risiko.
risiko. Dan aktifkan 2FA untuk semua transaksi.


