Baik penulis, Tim Fries, maupun situs web ini, The Tokenist, tidak memberikan nasihat keuangan. Harap konsultasikan kebijakan situs web kami sebelum membuat keputusan keuangan.
Harga minyak melonjak mendekati tertinggi dalam empat setengah bulan saat ketegangan di Timur Tengah meningkat dan pernyataan ambigu Presiden Trump tentang potensi keterlibatan militer AS dalam konflik Israel-Iran mengguncang pasar energi global.
Minyak mentah WTI melonjak 1,69% menjadi $76,41 per barel sementara minyak mentah Brent naik 1,29% menjadi $77,69, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat tentang gangguan pasokan di wilayah penghasil minyak terpenting di dunia. Ketidakpastian ini telah mendorong bank investasi besar untuk memperingatkan tentang lonjakan harga yang signifikan, dengan Goldman Sachs memperkirakan premi geopolitik sebesar $10 per barel dan Barclays memperingatkan tentang potensi harga yang melebihi $100 jika konflik semakin meningkat.
Premi Risiko Geopolitik Mendorong Volatilitas Pasar
Analis Goldman Sachs telah menghitung bahwa ketegangan geopolitik dapat menambah sekitar $10 per barel pada harga minyak mentah Brent dari level menengah $70-an saat ini, meskipun bank mengakui bahwa harga minyak bisa melebihi $90 jika pasokan Iran menghadapi gangguan.
Bank investasi menunjuk pada serangan yang sedang berlangsung oleh Houthi Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Bab el-Mandeb sebagai contoh nyata dari kerentanan ekspor minyak di Timur Tengah. Gangguan rute pasokan ini telah menunjukkan betapa cepatnya konflik regional dapat mempengaruhi keamanan energi global.
Pernyataan samar Presiden Trump mengenai potensi tindakan militer AS semakin memperburuk ketidakpastian pasar. Ketika ditekan tentang bergabung dengan kampanye pemboman Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, Trump memberi tahu wartawan, "Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan." Ambiguitas yang disengaja ini telah menciptakan volatilitas tambahan saat para trader berjuang untuk menilai kemungkinan keterlibatan langsung AS. Prospek intervensi militer Amerika mewakili peningkatan signifikan yang dapat memicu konflik regional yang lebih luas dan gangguan pasokan yang parah.
Skenario dasar Goldman Sachs sebelumnya mengasumsikan bahwa minyak mentah Brent akan rata-rata $60 per barel di kuartal terakhir tanpa gangguan pasokan. Namun, pandangan optimis ini tampaknya semakin tidak realistis mengingat lanskap geopolitik yang berkembang dan kesediaan Trump yang tampak untuk mempertimbangkan tindakan militer terhadap program nuklir Iran.

Bergabunglah dengan grup Telegram kami dan jangan pernah ketinggalan berita aset digital yang penting.
Risiko Gangguan Pasokan Minyak dan Respons Pasar
Barclays telah mengeluarkan peringatan yang lebih serius tentang potensi pergerakan harga, menyarankan bahwa harga minyak mentah bisa melonjak di atas $100 per barel jika permusuhan di Timur Tengah meningkat secara signifikan.
Bank tersebut secara khusus mencatat bahwa Brent bisa mencapai $85 per barel jika hanya setengah dari ekspor minyak Iran terganggu. Iran saat ini mengekspor lebih dari 2 juta barel minyak setiap hari, dengan hampir semua pengiriman ditujukan untuk Cina, sehingga gangguan pasokan apa pun menjadi signifikan secara global.
Respons pasar minyak telah cepat dan tegas, dengan komoditas energi memimpin kenaikan komoditas yang lebih luas di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga gas alam juga naik 0,53% menjadi $4,010, sementara minyak pemanas melonjak mengesankan 4,19% menjadi $2,639, mencerminkan kekuatan sektor energi yang lebih luas. Pergerakan harga ini menunjukkan betapa cepatnya peristiwa geopolitik dapat diterjemahkan menjadi dampak pasar yang nyata di seluruh kompleks energi.
Meskipun ada kenaikan baru-baru ini, harga minyak sedikit mundur saat para trader menunggu sinyal yang lebih jelas tentang niat AS dan cakupan akhir dari potensi tindakan militer. Para peserta pasar tetap sangat sensitif terhadap perkembangan apa pun yang dapat meningkatkan atau menurunkan krisis saat ini, dengan banyak yang mengadopsi pendekatan menunggu dan melihat sambil bersiap untuk potensi guncangan pasokan.
Pemberitahuan: Penulis tidak memiliki atau memiliki posisi dalam sekuritas yang dibahas dalam artikel. Semua harga saham dikutip pada saat penulisan.
Artikel tentang Kenaikan Harga Minyak saat Ketegangan Timur Tengah Meningkat di Tengah Spekulasi Keterlibatan AS pertama kali muncul di Tokenist.
