1. Ancaman Militer & Ultimatum Diplomasi
Trump telah mengeluarkan ultimatum dua minggu untuk Iran menghentikan pengayaan uranium atau menghadapi kemungkinan serangan militer AS, mungkin menargetkan fasilitas Fordow dengan bom penghancur bunker.
Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa dia sedang mempertimbangkan keputusan dalam dua minggu ke depan apakah akan melakukan intervensi secara langsung.

2. Menolak Gencatan Senjata, Menuntut Penyerahan
Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak mencari gencatan senjata antara Israel dan Iran, malah menuntut penyerahan lengkap ambisi nuklir Iran.
Dia melangkah lebih jauh, menyerukan “penyerahan tanpa syarat” Iran dan memperingatkan semua warga Teheran untuk segera dievakuasi.
3. Mempertanyakan Intelijen AS
Trump membantah penilaian dari intelijen AS, termasuk oleh DNI Tulsi Gabbard, yang mengatakan Iran tidak aktif membangun senjata nuklir, bersikeras bahwa Iran **dapat memiliki senjata “dalam hitungan minggu atau bulan.”**
4. Mendukung Serangan Israel, Tanggapan Terkoordinasi
Dia menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai “unggul” dan berjanji untuk memberikan dukungan militer AS lebih lanjut, termasuk pertahanan udara terhadap tindakan Israel.
Trump secara publik memuji kampanye Israel, memperingatkan bahwa serangan di masa depan bisa “lebih brutal” jika Iran tidak “membuat kesepakatan sekarang.”
5. Strategi Tekanan Maksimum & Sanksi
Pada Februari 2025, Trump menghidupkan kembali kampanye “tekanan maksimum”: memperluas sanksi yang ditujukan untuk meruntuhkan pendapatan minyak Iran dan memaksa konsesi nuklir.
Bersamaan dengan tawaran diplomatik tidak langsung—suratnya pada bulan Maret kepada Khamenei dan pembicaraan perantara melalui Oman—Trump telah menyeimbangkan tekanan dengan negosiasi minimal.
🔍 Ringkasan
Trump jelas meningkatkan tekanan melalui ancaman militer (jendela keputusan dua minggu, bom penghancur bunker), sanksi ekonomi, dan dukungan kuat untuk Israel.
Dia menolak sekadar gencatan senjata, malah menuntut Iran menyerahkan program nuklirnya sepenuhnya.
Dia membantah intelijen AS yang meremehkan kemajuan Iran, menegaskan bahwa senjata nuklir bisa dekat.
Masih ada jalur diplomatik yang tidak nol, dengan pembicaraan tidak langsung yang sedang berlangsung dan jendela ultimatum masih terbuka.
Apa yang Perlu Diperhatikan
Garis Waktu Apa Selanjutnya
2 Minggu Ke Depan Keputusan Trump tentang apakah akan melakukan intervensi militer.
Tanggapan Iran Apakah Iran menghentikan pengayaan atau meningkatkan pembalasan.
Tanggapan Global Reaksi sekutu akan membentuk kebijakan di masa depan (misalnya, Eropa, Israel).
#IranIsraelConflict #IsraelIranConflict #TrumpIranTalks #SwingTradingStrategy #XSuperApp