Tether memegang 10,7% saham di Juventus, senilai $149 juta.
Perusahaan kripto mencari kursi dewan untuk mempengaruhi keputusan.
Juventus dan Exor menolak dorongan Tether untuk peran tata kelola.
Peran kripto dalam sepak bola tumbuh seiring dengan sponsor WhiteBIT.
Pembicaraan ditunda hingga setelah Piala Dunia Klub 2025.
Langkah Berani Tether ke dalam Kepemilikan Juventus
Investor kripto Juventus, Tether Holdings SA, mengakuisisi 10,7% saham di Juventus FC, yang bernilai sekitar €128 juta ($149 juta), menjadikannya pemegang saham terbesar kedua klub tersebut. Investasi ini, yang diumumkan pada 14 Februari 2025, menandai pertama kalinya sebuah perusahaan cryptocurrency memegang saham signifikan di klub sepak bola Eropa besar. Tether, yang dikenal dengan stablecoin USDT-nya, kini mencari kursi di dewan Juventus untuk mempengaruhi keputusan strategis klub.
Langkah ini menandakan pergeseran dalam lanskap keuangan sepak bola, di mana perusahaan mata uang digital semakin mendapatkan perhatian. Investasi Tether menempatkannya di belakang hanya Exor NV, kendaraan investasi keluarga Agnelli, yang memegang 65,4% dari Juventus.
Dorongan untuk Pengaruh Dewan Menghadapi Perlawanan
Ambisi Tether untuk mendapatkan posisi di dewan telah menemui keterlibatan terbatas dari Juventus dan Exor. CEO Paolo Ardoino mengungkapkan frustrasi atas kurangnya respons, menekankan keinginan Tether untuk berkontribusi pada masa depan klub. "Kami bertujuan untuk membentuk keputusan kunci sebagai bagian dari tanggung jawab investasi kami," kata Ardoino, menyoroti niat perusahaan untuk mengintegrasikan keahlian teknologinya ke dalam operasi Juventus.
Namun, Juventus telah menunda diskusi hingga setelah Piala Dunia Klub FIFA pada awal Juli 2025. Tata kelola tradisional klub, yang dipimpin oleh keluarga Agnelli, tetap menjadi kendala bagi Tether. Dominasi keluarga tersebut memastikan bahwa investor eksternal menghadapi tantangan dalam mendapatkan kendali yang signifikan.
Investasi Tether mengikuti pengecualiannya dari putaran pendanaan baru-baru ini sebesar $10 juta hingga $115 juta, yang menegaskan adanya perlawanan dalam industri sepak bola. Meskipun demikian, Ardoino, penggemar Juventus seumur hidup, tetap berkomitmen untuk meningkatkan saham dan pengaruh perusahaan.
Portofolio lebih luas perusahaan kripto, termasuk investasi dalam pertanian, media, dan kecerdasan buatan, mencerminkan strategi untuk mendiversifikasi di luar mata uang digital. Tether percaya bahwa sumber daya ini dapat meningkatkan operasi Juventus di luar lapangan, seperti keterlibatan penggemar dan perencanaan jangka panjang.
Peran Kripto yang Semakin Besar dalam Sepak Bola
Langkah Tether bertepatan dengan memperdalam hubungan Juventus dengan sektor cryptocurrency. Klub baru-baru ini menandatangani kesepakatan sponsor lengan selama tiga tahun dengan WhiteBIT, sebuah bursa kripto besar Eropa. Kemitraan ini, yang diumumkan pada Juni 2025, mencakup logo WhiteBIT di jersey tim pria Juventus dan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman penggemar melalui konten digital dan inisiatif berbasis blockchain.
Penerimaan sepak bola terhadap kripto meluas di luar Juventus. Klub-klub seperti FC Barcelona dan Paris Saint-Germain juga telah bermitra dengan perusahaan aset digital, mencerminkan pengaruh sektor yang terus berkembang. Peluncuran blockchain Avalanche L1 oleh FIFA pada Mei 2025 semakin menegaskan tren ini, memungkinkan peluang baru seperti tiket berbasis blockchain dan program loyalitas berbasis NFT.
Dorongan Tether untuk kursi dewan bisa menjadi preseden bagi perusahaan kripto yang mencari peran aktif dalam tata kelola olahraga. Namun, struktur tradisional Juventus dapat membatasi dampak langsung Tether. Kepemimpinan klub tetap fokus untuk mempertahankan kendali sambil menjelajahi transformasi digital.
Ketegangan ini menyoroti bentrokan yang lebih luas antara manajemen konvensional sepak bola dan investor yang didorong oleh teknologi. Keuntungan Tether sebesar $13 miliar dan portofolio $150 miliar, termasuk $115 miliar dalam obligasi Treasury AS, memposisikannya sebagai pemain yang tangguh. Namun, model tata kelola Juventus yang berusia satu abad tetap menjadi penghalang signifikan.
Untuk saat ini, Tether menunggu pembicaraan lebih lanjut, dengan kepemilikan 10,7% yang memberikan hak suara terbatas sebesar 6,18%. Hasil dari negosiasi ini dapat mendefinisikan kembali bagaimana investor kripto terlibat dengan waralaba olahraga global.
#JuventusCryptoInvestor #TetherJuventus #CryptoInFootball #JuventusBoardSeat #FootballInvestment