「Nyanyian Es dan Api Dunia Kripto: Saat Barat Menggila, Timur Diam」
Di Amerika Serikat, volume perdagangan harian ETF Bitcoin spot menembus 5 miliar dolar AS, dan lembaga-lembaga Wall Street berbaris untuk masuk; di Eropa, uji coba mata uang digital bank sentral (CBDC) dipercepat, dan keuangan tradisional serta DeFi mulai menyatu; di Asia Tenggara, kaum muda di Vietnam dan Filipina kecanduan perdagangan koin Meme, dan Bot Telegram serta leverage on-chain menjadi kasino baru.
Lalu, bagaimana dengan kita?
JD.com mengatakan ingin membuat stablecoin, begitu berita keluar, pasar belum sempat bersemangat, sudah muncul banyak skema Ponzi "stablecoin JD.com", yang memanen lalu kabur. -- Inilah kenyataannya.
1. Barat Berlari Kencang, Kita Menonton
SEC Amerika Serikat memang masih berseteru dengan industri kripto, tetapi setidaknya bursa seperti Coinbase dan Kraken masih bisa beroperasi secara normal. Ripple berseteru dengan SEC selama beberapa tahun, dan akhirnya tidak langsung dimatikan.
Undang-Undang MiCA Eropa mulai berlaku, memberikan "izin kepatuhan" kepada perusahaan kripto, bank mulai menyimpan Bitcoin, dan bahkan mengizinkan pembayaran dengan stablecoin.
Lalu, bagaimana dengan kita?
Bursa? Entah pergi ke luar negeri, atau bertransformasi menjadi "konsultasi teknologi blockchain".
Public chain? Teknologinya sangat kuat, tetapi hanya bisa bercerita di luar negeri.
Investor ritel? Entah bermain kontrak berjangka dengan memanjat tembok, atau berspekulasi "koleksi digital" di grup WeChat, dan akhirnya menemukan bahwa itu adalah udara kosong.
2. Lelucon Stablecoin JD.com: Tanah Gersang untuk Inovasi
JD Finance pernah mengungkapkan ingin menjajaki stablecoin, yang seharusnya menjadi kabar baik -- setidaknya menunjukkan bahwa perusahaan besar masih memperhatikan bidang ini.
Namun, kenyataannya? Begitu berita keluar, langsung ada penipu yang mengemas diri sebagai "stablecoin resmi JD.com", membuat grup, menerbitkan koin, membuat janji-janji manis, dan akhirnya kabur. -- Mengapa penipu selalu bisa berlari lebih cepat daripada proyek yang benar?
Karena inovasi yang sebenarnya terikat, sementara penipuan dapat memanfaatkan kesenjangan informasi dan kekosongan regulasi, dan tumbuh dengan bebas.
3. Apakah Kita Benar-Benar Tertinggal?
Secara teknis, belum tentu.
Jumlah paten blockchain Tiongkok memimpin dunia.
BaaS (Blockchain as a Service) Ant Chain dan Tencent Chain juga kompetitif secara internasional.
Tetapi secara ekologis, kita memang tertinggal.
DeFi? Tidak bisa dimainkan.
NFT? Hanya bisa disebut "koleksi digital", dan tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
Public chain? Teknologinya sangat kuat, tetapi hanya bisa melayani pasar luar negeri.
-- Kita ahli membangun gedung tinggi, tetapi tidak berani membiarkan orang tinggal di dalamnya.
Kita, berpartisipasi, atau menonton saja?


