Dahulu kala, setiap dolar AS yang dikeluarkan ke pasar harus memiliki tanda tangan tangan dari Ketua atau Bendahara bank sentral.
Kedengarannya lucu.
Tapi itu adalah sebuah batasan yang serius.
Bukan karena kurangnya orang yang menandatangani.
Melainkan karena orang ingin membatasi kekuasaan mencetak uang dengan segala cara.

Kemudian setiap lapisan batas itu dihapus.

Tanda tangan tangan digantikan oleh obligasi pemerintah.
Setelah itu, emas menjadi jangkar untuk dolar.
Dan kemudian pada tahun 1971, Presiden Nixon memutuskan untuk memutuskan jangkar terakhir.
Sejak saat itu, dolar tidak lagi dijamin oleh sesuatu yang nyata.
Hanya ada satu hal yang tersisa:
Keyakinan terhadap Amerika.

Jika dilihat dari sisi positif, itu adalah kekuatan super:
Fed bisa mencetak uang kapan saja ekonomi mengalami kesulitan.
Tapi jika dilihat dari sudut pandang sebaliknya,
ini adalah percobaan berbahaya tentang kehendak.

Ketika Fed diberikan kekuatan untuk mencetak uang tanpa batas,
pertanyaan terpenting bukan lagi “berapa banyak”,
tapi adalah:

“Batasan berada di mana?”

Bayangkan Fed sebagai seseorang yang baru saja menerima kartu kredit tanpa batas.
Hari pertama – bahagia.
Hari kedua – masih baik.
Setelah satu tahun, atau satu dekade?
Kemudahan itu akan menjadi ketakutan yang terakumulasi.

Fed sedang berada di titik itu.

Pemerintah AS terus-menerus mengeluarkan uang.
Dan Fed, seperti teman yang dermawan, selalu siap untuk menandatangani cek tambahan.

Di permukaan, segala sesuatu masih tampak baik:
– Saham berfluktuasi sesuai dengan program QE.
– Ekonomi masih berjalan.
– Dolar masih menjadi standar global.

Tapi di dalam, ada sesuatu yang retak.
Keyakinan.

Dunia menerima dolar bukan karena AS kaya atau kuat.
Tapi karena mereka percaya Fed tidak akan melampaui batas.
Tapi keyakinan, begitu retak,
tidak akan mudah diperbaiki.

Dolar tidak kuat karena Fed bisa mencetak selamanya.
Dolar kuat karena dunia percaya Fed akan tahu kapan harus berhenti.
Tapi apa yang terjadi jika Fed tidak berhenti?

Pertanyaan yang lebih menyakitkan adalah:
Jika Fed tidak bisa menghentikan diri sendiri...
Siapa yang akan memaksa mereka untuk berhenti?

Kita hidup di era yang aneh:
Batasan moneter bukan lagi emas atau perak,
tapi adalah... kehendak manusia.

Itu adalah kesempatan.
Dan juga merupakan risiko.
Sebuah risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika Fed masih tahu untuk menahan diri, dolar masih stabil.
Tapi ketika batasan dihapus,
dunia bisa terbangun dalam mimpi buruk finansial –
yang tidak ingin dialami siapa pun.

---

Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Pertama, jangan acuh tak acuh terhadap Fed.
Anda tidak perlu panik setiap kali mereka mengubah suku bunga.
Tapi setiap kali mereka terus mencetak uang, nyalakan radar kewaspadaan.

Kedua, pertahankan dengan benar.
Tidak ada yang melarang Anda memegang dolar.
Tapi jangan tempatkan semua keyakinan Anda pada satu keranjang.

Simpan lebih banyak:
Emas. Properti. Sedikit crypto.

Diversifikasi bukanlah strategi.
Itu adalah naluri bertahan hidup di dunia yang tidak pasti.

---

Dan akhirnya, ingatlah selalu:
Dolar yang kuat tidak hanya berkat Amerika.
Tapi berkat batasan yang pernah berani dijaga oleh Fed.

Suatu hari nanti, jika batasan itu lenyap,
dunia akan berhenti menerima cek tanpa batas.

Dan sampai saat itu,
Anda akan ingin diri Anda sudah bersiap sejak hari ini.

Bukan karena ketakutan,
tapi karena Anda terbangun lebih awal dari yang lain.

#0xdungbui