Istilah Strategi Spot vs Futures (Strategi spot versus kontrak berjangka) mengacu pada perbandingan dan perbedaan antara metode perdagangan di pasar spot dan pasar berjangka, dan bagaimana trader dapat menggunakan keduanya untuk mencapai tujuan yang berbeda.
Perbedaan utama antara perdagangan spot dan perdagangan kontrak berjangka:
١. Kepemilikan langsung atas aset:
- Spot: Ketika berdagang di pasar spot, Anda membeli atau menjual aset fisik (seperti mata uang kripto, saham, komoditas) dan segera menjadi pemiliknya. Transaksi diselesaikan hampir secara instan.
- Kontrak berjangka (Futures): Anda tidak membeli aset fisik dalam kontrak berjangka. Sebaliknya, Anda membeli atau menjual "kontrak" yang mewakili kesepakatan untuk membeli atau menjual jumlah tertentu dari aset pada harga tertentu di tanggal yang ditentukan di masa depan. Tidak ada kepemilikan segera atas aset dasar.
٢. Penyelesaian (Settlement):
- Spot: Penyelesaian instan atau hampir instan dari transaksi.
- Kontrak berjangka: Penyelesaian pada tanggal yang ditentukan di masa depan dalam kontrak (tanggal kedaluwarsa).
٣. Leverage (Leverage):
- Spot: Biasanya tidak menggunakan leverage dalam perdagangan spot. Anda hanya menggunakan modal yang tersedia.
- Kontrak berjangka: Kontrak berjangka biasanya memungkinkan penggunaan leverage tinggi, memungkinkan trader mengontrol posisi yang jauh lebih besar dengan modal yang lebih sedikit. Ini meningkatkan potensi keuntungan tetapi juga meningkatkan risiko dan potensi kerugian.
٤. Keuntungan di pasar yang menurun (Shorting):
- Spot: Agar Anda mendapatkan keuntungan di pasar spot, biasanya harga aset yang Anda miliki perlu naik (beli pada harga rendah dan jual pada harga tinggi). Penjualan pendek (Short Selling) di beberapa pasar spot dapat dilakukan, tetapi tidak sepopuler atau semudah perdagangan di kontrak berjangka.
- Kontrak berjangka: Kontrak berjangka memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga dengan "menjual pendek" (going short), di mana Anda menjual kontrak berjangka dan berharap harga aset dasar turun sebelum tanggal kedaluwarsa kontrak.
٥. Risiko:
- Spot: Risiko relatif lebih rendah, karena kerugian Anda terbatas pada modal yang Anda investasikan. Tidak ada risiko likuidasi paksa (Liquidation) karena leverage.
- Kontrak berjangka: Risiko jauh lebih tinggi karena penggunaan leverage. Perubahan kecil dalam harga dapat menyebabkan kerugian besar dan likuidasi paksa posisi Anda jika Anda tidak memiliki margin yang cukup.
٦. Tujuan perdagangan dan penggunaan:
- Spot: Ideal untuk investor jangka panjang yang ingin memiliki aset dan menyimpannya, atau untuk trader yang lebih suka pendekatan yang langsung dan sederhana.
- Kontrak berjangka: Digunakan untuk berspekulasi pada pergerakan harga masa depan, hedging terhadap fluktuasi harga di portofolio spot, dan arbitrase (Arbitrage) untuk memanfaatkan perbedaan harga.
Strategi perdagangan umum yang menggunakan spot dan kontrak berjangka:
○ Hedging (Hedging): Trader menggunakan kontrak berjangka untuk melindungi portofolio mereka dari fluktuasi harga. Misalnya, jika Anda memiliki jumlah besar dari mata uang kripto di pasar spot dan khawatir harganya turun, Anda dapat menjual kontrak berjangka untuk mata uang tersebut. Jika harga turun, keuntungan dari kontrak berjangka akan mengimbangi sebagian dari kerugian di portofolio spot Anda.
○ Spekulasi (Speculation): Trader menggunakan kontrak berjangka untuk bertaruh pada arah harga masa depan aset tanpa harus memiliki aset itu sendiri, memungkinkan mereka untuk memanfaatkan leverage.
○ Arbitrase (Arbitrage): Para trader berusaha untuk memanfaatkan perbedaan kecil dalam harga antara pasar spot dan pasar kontrak berjangka untuk aset yang sama. Misalnya, trader dapat membeli aset di pasar spot dan menjualnya di pasar kontrak berjangka jika ada perbedaan harga yang memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan.
Singkatnya, pilihan strategi spot atau kontrak berjangka tergantung pada tujuan investasi Anda, tingkat toleransi risiko Anda, dan pengalaman Anda di pasar. Spot lebih sederhana dan kurang berisiko untuk kepemilikan langsung, sementara kontrak berjangka lebih kompleks dan melibatkan leverage dan risiko yang lebih tinggi, tetapi memberikan fleksibilitas lebih untuk spekulasi dan hedging.