Elon Musk secara resmi mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat, yang ia sebut "Partai Amerika."

Langkah ini diambil setelah perselisihan publik dengan Presiden Donald Trump, terutama terkait "Satu Undang-Undang Besar yang Indah" yang sangat ditentang Musk karena pengeluaran dan potensi dampaknya terhadap utang nasional.

Berikut adalah yang diketahui tentang "Partai Amerika" sejauh ini:

* Motivasi: Musk menyatakan partai ini dibentuk "untuk mengembalikan kebebasan Anda" dan untuk menantang apa yang ia lihat sebagai "sistem satu partai" (atau "uniparty") yang menyebabkan pemborosan dan korupsi, meskipun ada dua partai besar (Demokrat dan Republik). Ia percaya sistem saat ini membuat negara bangkrut.

* Pengumuman: Pengumuman ini mengikuti jajak pendapat yang dilakukan Musk di platform media sosialnya, X (dulu Twitter), pada 4 Juli (Hari Kemerdekaan AS), menanyakan apakah orang-orang menginginkan partai politik baru. Hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas mendukung.

* Tujuan: Partai ini bertujuan untuk menjadi konservatif secara fiskal, fokus pada pengurangan pemborosan dan suap pemerintah. Musk telah menyarankan strategi awal untuk menargetkan sejumlah kecil kursi kunci Senat dan DPR untuk bertindak sebagai blok suara yang menentukan pada undang-undang yang kontroversial.

* Status Saat Ini: Meskipun Musk telah mengumumkan pembentukannya, masih belum jelas apakah partai ini telah secara resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Federal AS (FEC) atau jika rincian hukum dan organisasi lainnya telah ditetapkan.

* Peran Musk: Karena lahir di luar AS, Elon Musk tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Namun, ia bertujuan untuk menggunakan pengaruhnya untuk membentuk lanskap politik.

Ini adalah perkembangan yang signifikan, karena partai ketiga dalam politik AS secara tradisional menghadapi perjuangan berat. Pengikut dan sumber daya Musk yang substansial memberikan perhatian besar pada upaya ini.

#MuskAmericaParty