Strategi perdagangan menggunakan breakout harga (Breakout Trading) dianggap sebagai salah satu strategi perdagangan harian (Day Trading) dan perdagangan jangka pendek yang paling terkenal dan kuat. Berikut adalah penjelasan singkatnya:
🔍 Apa itu strategi Breakout?
Bergantung pada masuk ke posisi ketika harga menembus level resistensi atau dukungan yang penting, dengan konfirmasi peningkatan volume perdagangan (Volume), yang menunjukkan awal dari tren kuat yang baru.
✅ Syarat keberhasilan strategi Breakout:
1. Tingkat dukungan atau resistensi yang jelas:
Harga bergerak dalam rentang tertentu untuk periode waktu, dan mencapai titik kritis.
2. Peningkatan volume perdagangan (Volume Spike):
Menunjukkan minat pasar setelah menembus rentang.
3. Candle konfirmasi (Breakout Candle):
Candle kuat menutup di luar level dukungan atau resistensi.
4. Konfirmasi setelah penembusan (Retest):
Seringkali, harga kembali untuk menguji level yang ditembus.
📈 Langkah-langkah menerapkan strategi Breakout:
1. Tentukan area dukungan atau resistensi (menggunakan grafik).
2. Tunggu penembusan level dengan candle yang kuat.
3. Pastikan ada peningkatan volume perdagangan.
4. Masuk ke posisi setelah penembusan atau setelah pengujian ulang (Retest).
5. Tempatkan perintah stop loss di bawah atau di atas level sebelumnya.
6. Tentukan target profit (Take Profit) berdasarkan ukuran rentang sebelumnya atau menggunakan rasio Fibonacci.
🎯 Contoh praktis:
Pasangan mata uang: BTC/USDT
Resistensi: 60,000$
Penembusan: harga menembus 60K dengan candle 1 jam yang kuat + volume perdagangan tinggi
Masuk beli: 60,200$
Stop loss: 59,500$
Target: 62,000$ (berdasarkan rentang pergerakan sebelumnya)
⚠️ Catatan penting:
Penembusan palsu (Fakeout) umum terjadi, jadi jangan masuk ke posisi tanpa konfirmasi.
Disarankan untuk menggunakan indikator tambahan seperti: RSI atau MACD atau VWAP.
Jangan abaikan berita yang berdampak pada pasar (terutama di kripto atau forex).