#MyStrategyEvolution Ketika saya pertama kali mulai berdagang, strategi saya didasarkan pada emosi dan impuls. Saya mengejar tren, bereaksi terhadap berita tanpa analisis, dan memasuki perdagangan tanpa rencana yang jelas. Kerugian sering terjadi, dan saya sering menemukan diri saya meragukan setiap langkah. Seiring waktu, saya menyadari bahwa keberhasilan dalam perdagangan memerlukan disiplin, bukan keberuntungan. Ini menandai awal evolusi strategi saya.

Saya mulai mempelajari analisis teknis, belajar membaca grafik, mengidentifikasi pola, dan memahami indikator. Manajemen risiko menjadi prioritas—mengatur stop-loss, mengelola ukuran posisi, dan melindungi modal. Saya beralih dari spekulasi jangka pendek ke pendekatan yang lebih terstruktur, mengintegrasikan perspektif teknis dan fundamental.

Backtesting memainkan peran besar dalam memperbaiki strategi saya. Saya belajar untuk mempercayai proses, bahkan ketika hasilnya tidak segera terlihat. Melepaskan emosi menjadi lebih mudah saat saya semakin percaya diri dengan sistem saya. Sekarang, saya mendekati setiap perdagangan dengan rencana yang jelas—masuk, target, risiko, dan keluar.

Hari ini, strategi saya adalah hibrida antara perdagangan momentum dan swing, didukung oleh data dan pengaturan yang telah teruji. Meskipun saya masih membuat kesalahan, itu adalah pelajaran daripada kemunduran. Evolusi saya belum lengkap, tetapi saya tidak lagi menjadi trader impulsif yang pernah saya jalani. Ini adalah perjalanan pembelajaran yang terus menerus—dan saya di sini untuk itu, satu perdagangan pada satu waktu.