#ArbitrageTradingStrategy

🔁 Strategi Perdagangan Arbitrase: Dijelaskan

🧩 Jenis Dasar Arbitrase Kripto

1. Arbitrase Spasial (Antar-Bursa)

Beli rendah di Bursa A, jual tinggi di Bursa B.

Contoh: BTC adalah $120.000 di Binance dan $121.000 di Coinbase. Beli di Binance, transfer, dan jual di Coinbase.

2. Arbitrase Segitiga (Intra-Bursa)

Memanfaatkan perbedaan harga antara tiga pasangan di satu bursa.

Contoh:

1. Konversi BTC → ETH

2. ETH → USDT

3. USDT → BTC

Jika BTC yang dihasilkan lebih banyak dari yang Anda mulai, itu menguntungkan.

3. Arbitrase Statistik

Menggunakan model untuk memprediksi perbedaan harga sementara.

Contoh: Model pembelajaran mesin atau regresi menunjukkan ketidakcocokan antara SOL/USDT di platform yang berbeda.

4. Arbitrase Terdesentralisasi (Arbitrase DEX-CEX)

Menggunakan spread harga antara bursa terpusat (CEX) seperti Binance dan bursa terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap.

Sering dilakukan menggunakan bot karena biaya gas dan kecepatan transaksi.

5. Arbitrase Tingkat Pendanaan (Futures Perpetual)

Memanfaatkan biaya pendanaan yang dibayar oleh trader long atau short di pasar futures.

Ambil posisi long pada spot dan short pada perpetual saat pendanaan tinggi (atau sebaliknya).

---

⚙️ Cara Melaksanakan Strategi Arbitrase

✅ Alat & Platform:

Pelacak: Alat arbitrase CoinMarketCap, Coinglass, CoinGecko

Bot:

Hummingbot – sumber terbuka

Bitsgap, Arbismart, Coinrule – platform berbasis UI

API: Untuk strategi frekuensi tinggi (misalnya, API Binance, API KuCoin)