#ArbitrageTradingStrategy Sebagai trader price action, salah satu pelajaran terbesar yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun adalah ini:

Ketika pasar menjadi tenang, biasanya sedang mempersiapkan sesuatu yang besar.

Breakout tidak selalu muncul dari ketiadaan.

Mereka sering muncul setelah fase akumulasi atau konsolidasi — ketika harga bergerak mendatar, volume menurun, dan sebagian besar trader ritel mulai kehilangan kesabaran.

Tetapi justru saat itulah trader cerdas harus masuk dan mengamati dengan cermat:

Apakah harga terus-menerus menguji level yang sama tanpa menembusnya?

Apakah candlestick menjadi lebih sempit, membentuk kompresi atau bayangan penolakan?

Apakah volume menurun... atau mulai melonjak pada momen-momen penting?

Kemudian tiba-tiba — muncul candle breakout yang kuat.

Terkadang ini jebakan (breakout palsu)...

Namun terkadang ini merupakan pergerakan dengan probabilitas tinggi yang memicu reversal atau kelanjutan tren.

Berikut cara saya menghadapinya:

1. Saya selalu menandai zona likuiditas dan area jebakan sebelum breakout.

2. Saya menunggu konfirmasi volume sebelum masuk.

3. Jika struktur pecah dengan bersih, saya lebih memilih entry pada pullback dengan risiko yang ketat.

Ingat: masuk saat breakout itu mudah.

Yang sulit adalah mengetahui mana breakout yang nyata — dan mana yang dirancang untuk menjebak perdagangan yang dipengaruhi emosi.

Pasar memberi kesempatan setiap hari.

Namun hanya mereka yang benar-benar melihat struktur yang akan memanfaatkannya.

#BreakoutTradingStrategy